Catatan Dahlan Iskan

Mata Lasik

Catatan Dahlan Iskan

Bagikan
Bagikan

“Kenapa tarifnya pakai dua mata uang, dolar Amerika dan real Saudi?” tanya saya kepada si Kartasura.

“Kalau pakai uang Yaman tidak kuat membawanya,” ujar Salman setengah bergurau.

Saya paham. Saya pernah kaget di hari pertama di Tarim. Saya tukar uang empat lembaran real Saudi. Saya diberi uang Yaman dua gebok tebal. Saya seperti tiba-tiba jadi jutawan.

Tidak. Sejelek-jelek nilai mata uang Yaman masih lebih kuat dari rupiah. Rp 10.000 sama dengan 1000 uang Yaman. Kalau pun rupiah nanti jadi dihilangkan tiga nol di belakangnya masih sama dengan nilai uang Yaman.

Masalahnya: lembaran terbesar uang Yaman hanyalah 1.000. dengan demikian untuk membawa 200 dolar Amerika perlu membawa karung. “Untuk pembayaran besar seperti operasi atau beli sepeda motor memang pakai dolar atau real Saudi,” ujar Salman.

Saat Azan maghrib terdangar, perjalanan Tarim-Mukalla ini sampai ke titik yang mestinya indah: turun tajam dari ketinggian pegunungan. Jalannya pun berkelok mengikuti tebing gunung. Lampu-lampu di Mukalla terlihat jauh di bawah sana. Masih satu jam lagi baru tiba di kota itu.
Mobil Noah ini seperti travel di Indonesia: mengantarkan penumpang ke masing-masing alamat.
Anak Kartasura dan Berau itu turun lebih dulu. Mobil masuk-masuk gang mengantarkan mereka. Sampailah di masjid At-Taqwa di dalam kampung itu. Mereka turun di situ. Lalu mengantar dua penumpang Yaman.

Tinggallah yang terakhir saya dan Amang. Paling jauh. Ke sebuah hotel baru di dekat pelabuhan.
Tapi si Noah masih berhenti sekali lagi. Yakni untuk menurunkan barang yang diikat di atas atap. Rupanya mobil ini juga sekaligus jastip.
Mobilnya sendiri tidak mencerminkan mobil negara miskin. Mobil di Hadramaut umumnya relatif baru. Tidak banyak terlihat mobil tua yang reot.

“Saya lihat banyak mobil bagus-bagus dan baru. Berarti ekonomi sebenarnya baik kan?” tanya saya pada Amang.
“Di sini tidak ada mobil baru. Semua ini mobil bekas dari Dubai. Masih seperti baru. Murah-murah. Bukan karena ekonomi baik tapi karena sangat murah,” katanya.
“Di Indonesia satu rumah bisa punya tiga sepeda motor. Di sini satu rumah bisa punya dua mobil dan satu sepeda motor”.

Bagikan
Artikel Terkait
penurunan nilai rupiah sampai angka yang mengkhawatirkan: di atas Rp17.500. Tetap saja tidak ada langkah besar pemerintah
Catatan Dahlan Iskan

Guncangan Transisi

Tumbuhnya pengusaha kecil memang sangat penting untuk kekuatan ekonomi negara jangka panjang....

"Tahu krowak": lambang aplikasi layanan publik milik kabupaten Sumedang. Ada 29 menu di dashboardnya. Mulai dari kas daerah sampai MBG.
Catatan Dahlan Iskan

Tahu Digigit

Di Garut ada Institut Agama Islam Al Musaddadiyah. Di situ ada fakultas...

Dari SMA itu Nara kuliah di Fisip Unas. Lalu ambil S-2 sosiologi di Valdosta State, Georgia, Amerika
Catatan Dahlan Iskan

Eulogy Lia

Tepat sekali Nara yang dipilih menyampaikan eulogy. Istri Nara sendiri, Maya, lebih...

Pemakaman James F. Sundah sedang berlangsung di New York. Upacara itu berlangsung dua jam, berarti selesai pukul 06.00 pagi ini.
Catatan Dahlan Iskan

Life Wife

Lia sudah menyelesaikan naskah eulogy untuk James itu tapi masih dia pikir...