finnews.id – Kabar mengejutkan datang dari Pulau Lombok! Jika Anda pencinta alam yang hobi mendaki, bersiaplah menghadapi aturan baru di Gunung Rinjani. Pengelola Geopark Rinjani baru saja melemparkan usul ekstrem untuk mengatasi masalah sampah yang kian menggunung. Tidak tanggung-tanggung, teknologi pesawat tanpa awak atau drone hingga pembangunan tempat penampungan sampah khusus (shelter) akan menjadi senjata utama untuk menjaga kesucian salah satu gunung terindah di Indonesia ini.
Masalah limbah pendakian di Rinjani memang sudah pada tahap mengkhawatirkan. Jangan sampai Anda kaget melihat data statistik terbaru yang menunjukkan puluhan ton sampah mengotori jalur pendakian sepanjang tahun lalu. Fenomena ini memicu perdebatan panas mengenai alokasi uang retribusi yang selama ini mengalir deras ke kantong pemerintah pusat, namun minim dampak bagi kebersihan di lapangan.
Shelter Sampah di Jalur Sembalun dan Senaru Jadi Target Utama
General Manager Geopark Rinjani, Qwadru Putro Wicaksono, menawarkan konsep baru berupa pembangunan shelter di beberapa pos strategis. Nantinya, para pendaki bisa langsung mengumpulkan sampah mereka di titik-titik tersebut tanpa harus membawanya hingga ke bawah jika medan terlalu berat. Strategi ini dianggap lebih efektif daripada membiarkan sampah berserakan di sepanjang jalur pendakian Gunung Rinjani.
“Kami menawarkan konsep shelter di beberapa pos pendakian, sehingga pendaki bisa mengumpulkan sampah di sana,” ujar Qwadru saat menghadiri Festival Rinjani Begawe di Mataram, Sabtu (28/3/2026). Fokus awal pembangunan ini akan menyasar jalur paling populer dan padat, yaitu Jalur Sembalun di Lombok Timur serta Jalur Senaru di Lombok Utara.
Drone Pengangkut Sampah: Solusi Canggih di Medan Berat
Salah satu poin paling visioner dari usulan ini adalah penggunaan drone untuk mengangkut sampah dari tempat pengumpulan sementara. Mengingat keterbatasan tenaga manusia dan medan pendakian yang sangat ekstrem, teknologi drone dianggap sebagai solusi paling masuk akal. Langkah ini akan memangkas waktu dan tenaga dalam proses pembersihan kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).