Finnews.id – Jika berbicara atau membahas mengenai kebijakan pemerintah berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) memang seolah tidak memiliki ujung pangkal dan bahkan solusi yang tepat.
Selain fakta-fakta kecil yang menggambarkan banyaknya konflik negatif daripada penilaian positif.
Sebuah postingan yang viral yang berhasil dikutip Redaksi dari platform Instagram dengan caption
“Ketua BEM UGM: Anggaran Makan Gratis Terlalu Besar”
menjadi sorotan publik dan banyak pengguna internet.
Hal ini terutama berkaitan dengan nasib Indonesia yang berpotensi menghadapi ‘Krisis’.
Krisis tersebut disebutkan secara terang-terangan oleh pembicara dalam postingan tersebut adalah Krisis Ekonomi yang diawali dengan Krisis Politik.
Berikut adalah pembahasannya.
Ketua BEM KM UGM, Tiyo Ardianto, memberikan kritik pedas mengenai kondisi ekonomi kita saat ini, Pabowo Subianto.
Menurut Tiyo, program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki andil besar dalam ancaman krisis ekonomi di tahun ini.
Lantas apa saja poin yang diperhatikan agar Indonesia bisa terhindar dari Krisis Ekonomi tersebut?
Begini Penjabarannya menurut Tiyo Ardianto.
1. Efisiensi Anggaran
Tiyo menilai jika targetnya (dari MBG) tepat sasaran, anggaran senilai Rp20 Triliun sudah cukup untuk mendanai kebijakan MBG tersebut.
Alokasi Rp335 Triliun dianggap Tiyo terlalu boros dan bisa dihemat Rp300 Triliun!
2. Sentilan pada Menkeu
Menkeu Purbaya dianggap Tiyo kurang tegas dan hanya memberikan laporan “Asal Bapak Senang” (ABS) pada Presiden Prabowo.
3. Hadapi Fakta
Mau ditutup-tutupi dengan cara apapun, masyarakat secara riil tentunya sudah mulai merasakan bahwa Ekonomi sedang “ngos-ngosan”.
Harapan yang disampaikan Tiyo adalah, agar Pemerintah tidak hanya main angka melainkan harus benar-benar memperbaiki kondisi dompet rakyat. Sehingga kondisi ekonomi Indonesia bisa segera membaik.