Finnews.id – Perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah membawa kegembiraan bagi umat Muslim di seluruh penjuru dunia dengan tradisi yang unik dan sarat makna. Meskipun salat Id menjadi ritual utama yang seragam, cara setiap negara mengekspresikan kemenangan setelah sebulan berpuasa menciptakan keberagaman budaya yang luar biasa.
Di jantung Jazirah Arab, Arab Saudi merayakan hari raya dengan jamuan keluarga besar yang menyajikan kleicha, biskuit khas berisi kurma dan kacang. Selain tradisi berbagi hadiah bagi anak-anak dan lansia, semarak Lebaran di sana semakin lengkap dengan atraksi balap unta dan seni falconry yang menjadi warisan leluhur. Sementara itu, di Uni Emirat Arab (UEA), kemeriahan terlihat dari dekorasi rumah yang berwarna-warni serta seni lukis henna yang menghiasi tangan para wanita.
Bergeser ke Asia Tengah, masyarakat Kirgizstan merayakan Orozo Ait dengan salat berjamaah massal di lapangan terbuka. Tradisi unik muncul saat anak-anak menyanyikan lagu Jaramazan dari pintu ke pintu untuk mendapatkan hadiah berupa manisan atau uang. Kekuatan budaya lokal juga tampak pada kompetisi balap kuda yang mencerminkan sejarah bangsa pengembara (nomaden).
Eropa juga memiliki cerita unik melalui Turki yang menjuluki Idul Fitri sebagai Şeker Bayramı atau Festival Gula. Selama tiga hari, masyarakat Turki merayakan manisnya hari kemenangan dengan sajian baklava dan Turkish delight. Anak-anak memiliki tradisi mencium tangan orang tua untuk mendapatkan restu, yang kemudian berbalas hadiah cokelat maupun uang.
Di benua Afrika, Muslim Kenya memadukan budaya Swahili dalam tradisi kuomba msamaha atau momen saling memaafkan. Anak-anak berkeliling menyanyikan lagu religi, sementara taman-taman di Nairobi berubah menjadi lokasi piknik keluarga yang meriah. Tak kalah menarik, Muslim di Selandia Baru merayakan keberagaman melalui Karnaval Eden Park di Auckland. Festival ini menyatukan berbagai etnis dalam satu ruang publik yang penuh dengan stan kuliner dunia dan pertunjukan seni budaya.