finnews.id – Amerika Serikat (AS) mengirimkan lebih banyak Marinir dan kapal ke Timur Tengah. Pengiriman ini dilakukan dua pekan setelah dimulainya serangan AS-Israel ke Iran.
Wall Street Journal mengutip pejabat AS yang mengatakan, bahwa USS Tripoli yang berbasis di Jepang dan Marinir yang menyertainya sedang dalam perjalanan ke wilayah tersebut,
Sementara The New York Times melaporkan, Jumat, 13 Maret 2026, bahwa sekitar 2.500 Marinir di atas tiga kapal sedang menuju Timur Tengah.
Dilaporkan oleh CNN, bahwa yang dikerahkan adalah Unit Ekspedisi Marinir – yang biasanya mencakup sekitar 2.500 Marinir dan pelaut.
Wall Street Journal mengatakan, permintaan untuk Marinir tambahan tersebut diajukan oleh Komando Pusat AS, yang bertanggung jawab atas pasukan AS di Timur Tengah, dan disetujui oleh kepala Pentagon Pete Hegseth.
Dua Pelaut AS di USS Gerald Ford Terluka
Sementara itu dilaporkan, dua pelaut AS terluka, setelah USS Gerald Ford mengalami kebakaran non-tempur di atas kapal. Kapal induk USS Gerald Ford adalah kapal induk terbaru milik AS dan terbesar di dunia.
Kapal ini ikut serta dalam operasi melawan Iran dan saat ini berada di Laut Merah.
Dalam sebuah pernyataan, militer AS mengatakan, para pelaut tersebut menerima perawatan medis untuk cedera yang tidak mengancam jiwa dan dalam kondisi stabil.
“Tidak ada kerusakan pada sistem penggerak kapal, dan kapal induk tetap beroperasi penuh,” sebut pernyataan militer AS, Kamis, 12 Maret 2026.
Kapal induk Ford, yang membawa lebih dari 5.000 pelaut, memiliki lebih dari 75 pesawat militer, termasuk pesawat tempur seperti jet F-18 Super Hornet.
Kapal induk tersebut telah dikerahkan selama lebih dari sembilan bulan, termasuk ikut serta dalam operasi di Karibia awal tahun ini.