Catatan Dahlan Iskan

Singapura Gagal

Catatan dahlan Iskan

Bagikan
Bagikan

Saya pun mengamati sekitar plasa. Siapa tahu ada bekas-bekas gerbang Singapura II. Tidak ada. Yang ada sebaris patung singa kecil-kecil di pinggir pagar. Saya pun pura-pura bertanya ke dalam diri sendiri: sudah begitu kecilnyakah Singapura di mata kota Suzhou sekarang.

Saya tidak punya waktu memikirkan jawabnya. Harus kembali ke hotel. Acara berikutnya sudah menanti.

Ternyata proyek Singapura II itu dianggap gagal –oleh kedua belah pihak. Tiongkok kecewa karena Singapura menjual lahan kawasan industri itu terlalu mahal. Itu dianggap tidak bisa mendorong pertumbuhan ekonomi Suzhou.

Kekecewaan itu diwujudkan dalam tindakan nyata: Pemda Suzhou membangun kawasan industri sendiri. Lebih besar. Lebih murah. Lokasinya? Jangan kaget: persis di sebelah Singapura II. Sama modernnya. Sama infrastrukturnya. Sama lebar-lebar jalannya.

Seberapa lebih murah dari Singapura II? Separo harga.

Singapura pun protes ke pemerintah. Sampai ke pemerintah pusat. Jawab yang di pusat: itu urusan pemerintah daerah.

Akhirnya Singapura menyerah. Saham mayoritasnya dijual ke Suzhou. Singapura tinggal minoritas. Lalu pemegang saham mayoritas melebur Singapura II ke Suzhou Industrial Estate.

Nama Singapura pun tenggelam. Pun gerbang dan patung besar Merlionnya. (Dahlan Iskan)

Bagikan
Artikel Terkait
Catatan Dahlan Iskan

Tamparan Mojtaba

Komunikasi seperti apa yang dijalankan. Adakah kembali ke zaman seperti perang gerilya...

Catatan Dahlan Iskan

Fir’aun Baik

Saya juga bersyukur bisa bertemu Fir’aun ke-18 meski pertemuan itu sangat telat....

Catatan Dahlan Iskan

Tol Tentara

Intinya turis yang ke Piramid sekarang punya objek tambahan: museum itu. Setelah...

Catatan Dahlan Iskan

Ziarah Ziarah

Waktu saya ke makam itu, istri saya ternyata sudah di kampung halamannyi...