Adapun syarat utama untuk menerima tunjangan profesi di antaranya memenuhi beban mengajar minimal 24 jam tatap muka setiap minggu serta memiliki NRG. Apabila seluruh ketentuan tersebut telah dipenuhi dan diverifikasi, maka proses pencairan sertifikasi dapat dilakukan tanpa kendala.
“Kalau semua syarat itu sudah terpenuhi, insyaallah tidak ada alasan atau halangan untuk mencairkan sertifikasi guru,” tegas Suyitno.
Ia juga menanggapi isu yang sempat beredar terkait dugaan pemangkasan anggaran sebagai penyebab keterlambatan pencairan tunjangan. Menurutnya, keterlambatan tersebut murni karena proses administrasi yang masih berjalan, bukan karena persoalan anggaran.
“Tidak ada hubungannya dengan pemangkasan anggaran. Soal TPG itu semata-mata karena proses administrasi yang sedang berjalan,” tandasnya.
Selain itu, kabar baik juga datang bagi lebih dari 30 ribu guru madrasah peserta PPG 2025 batch 1, 2, dan 3. Sebanyak 30.081 guru yang telah lulus PPG pada tahun lalu dipastikan akan menerima pembayaran tunjangan profesi pada 2026 sebelum Lebaran.
“Alhamdulillah atas arahan Menteri Agama dan koordinasi dengan Sekjen, tunjangan profesi bagi peserta PPG 2025 itu bisa dibayarkan pada tahun 2026 ini,” kata Suyitno.
Sementara itu, Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam, M Arskal Salim GP, menegaskan bahwa pihaknya sedang melakukan proses sinkronisasi dan pemadanan data secara menyeluruh agar penyaluran tunjangan dapat dilakukan secara tepat sasaran.
“Prinsipnya kita ingin cepat tapi juga kita ingin akurat. Jangan sampai cepat tapi tidak akurat,” ujarnya.
Menurut Arskal, validasi data menjadi langkah penting untuk menghindari kesalahan pembayaran maupun kekeliruan dalam penetapan penerima. Oleh karena itu, Kemenag memastikan setiap tahapan berjalan sesuai prosedur sembari tetap mengejar target pencairan sebelum Idulfitri.
Dengan total 405.438 guru madrasah pemilik NRG yang tercatat sebagai penerima, percepatan penerbitan SKAKPT menjadi langkah penting. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal pada 7 dan 9 Maret, pencairan TPG diharapkan dapat segera dilakukan secara bertahap langsung ke rekening masing-masing guru.