Dengan terpilihnya Mojtaba sebagai pemimpin baru, Republik Islam Iran kini menghadapi 2 pilihan besar.
Pilihan besar tersebut yaitu:
1. Melanjutkan Perlawanan:
Pilihan pertama berarti Iran tetap bersikap keras terhadap serangan yang datang dari luar.
Strategi ini melibatkan penggunaan rudal, drone, jaringan sekutu regional serta operasi militer tidak langsung.
2. Mengambil Langkah Mundur:
Pilihan kedua adalah mengambil langkah mundur atau menerima eskalasi dan juga menerima tuntutan terutama mengurangi proyek pengayaan uranium sebagai proyek nasional dan juga membatasi kecanggihan teknologi persenjataan.
Atau bahkan Iran juga dapat didorong untuk mengakhiri aksi konfrontatif dengan Israel.
Dari kedua opsi atau pilihan tersebut, sangat mustahil jika Mojtaba akan mengambil pilihan nomor dua karena akan dimaknai sebagai pengkhianatan terhadap warisan ayahnya.