finnews.id – Presiden AS Donald Trump mengatakan, meski ia lebih menyukai solusi diplomatik dengan Iran, namun ia tidak akan mengizinkan Teheran untuk memperoleh senjata nuklir dalam kondisi apa pun.
Berbicara selama pidato kenegaraan 2026 di hadapan sidang gabungan Kongres, Trump menggarisbawahi bahwa negosiasi sedang berlangsung.
“Kami sedang bernegosiasi dengan mereka. Mereka ingin membuat kesepakatan, tetapi kami belum mendengar kata-kata rahasia itu: ‘Kami tidak akan pernah memiliki senjata nuklir,” tegas Trump, Selasa, 24 Februari 2026.
“Preferensi saya adalah menyelesaikan masalah ini melalui diplomasi. Tetapi satu hal yang pasti: Saya tidak akan pernah mengizinkan sponsor teror nomor satu di dunia, yang jelas-jelas mereka, untuk memiliki senjata nuklir. Tidak bisa membiarkan itu terjadi,” katanya.
Trump mengklaim bahwa Iran sedang mengembangkan rudal jarak jauh yang dapat mencapai AS.
“Mereka telah mengembangkan rudal yang dapat mengancam Eropa dan pangkalan kami di luar negeri, dan mereka sedang berupaya membangun rudal yang akan segera mencapai Amerika Serikat,” tambahnya.
Delegasi dari Iran dan AS dijadwalkan untuk mengadakan putaran ketiga negosiasi nuklir tidak langsung di bawah mediasi Oman di Jenewa, Swiss pada Kamis, 26 Februari 2026.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio memberikan pengarahan tertutup kepada para anggota parlemen senior AS tentang Iran ketika Trump mempertimbangkan serangan terhadap negara tersebut.
Sementara Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi mengatakan, bahwa Teheran akan melanjutkan pembicaraan dengan AS di Jenewa “dengan tekad untuk mencapai kesepakatan yang adil dan merata dalam waktu sesingkat mungkin.”