finnews.id – Presiden AS Donald Trump secara singkat menyampaikan alasan adanya kemungkinan menyerang Iran dalam pidato kenegaraannya di hadapan Kongres pada hari Selasa, 24 Februari 2026 dengan mengatakan bahwa ia tidak akan membiarkan negara pendukung terorisme terbesar di dunia itu memiliki senjata nuklir.
Bahkan saat mengumpulkan kekuatan militer besar-besaran di Timur Tengah, Trump hanya sedikit menjelaskan kepada publik Amerika mengapa ia mungkin memimpin AS ke dalam tindakan paling agresifnya terhadap Republik Islam sejak revolusi tahun 1979.
Dalam pidatonya, Trump menunjuk dukungan Teheran terhadap kelompok-kelompok militan, pembunuhan para demonstran, serta program rudal dan nuklir negara itu sebagai ancaman bagi kawasan dan Amerika Serikat.
“Rezim (Iran) dan antek-anteknya yang kejam tidak menyebarkan apa pun selain terorisme, kematian, dan kebencian,” – Donald Trump
“Rezim (Iran) dan antek-anteknya yang kejam tidak menyebarkan apa pun selain terorisme, kematian, dan kebencian,” kata presiden dari Partai Republik itu sekitar 90 menit setelah memulai pidato tahunannya di hadapan sidang gabungan Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat.
Tuduhan Trump terhadap Iran antara lain:
– Memulai kembali program nuklir
– Upaya membangun rudal yang segera bisa mencapai Amerika Serikat
– Mendukung terorisme
– Bertanggung jawab atas pemboman pinggir jalan hingga tewaskan anggota militer dan warga sipil AS
Sementara tuduhan tersebut dilayangkan oleh Trump, Media pemerintah Iran mengklaim bahwa Teheran sedang mengembangkan rudal yang mampu mencapai Amerika Utara.
Menjelang pidato Trump, suasana dibayangi oleh peningkatan kekuatan militer AS di Timur Tengah dan persiapan untuk kemungkinan konflik dengan Iran yang dapat berlangsung selama berminggu-minggu jika Teheran tidak mencapai kesepakatan untuk menyelesaikan perselisihan yang telah berlangsung lama mengenai program nuklirnya.
Sudah berulang kali, Trump menyatakan kekecewaannya atas kegagalan para negosiator mencapai kesepakatan.