Saat pertama bertemu di bandara Kairo saya minta maaf kepadanya: pesawat dari Yaman telat delapan jam. Baru mendarat di terminal 1 Kairo tengah malam.
Saya tidak mengeluh. Yamania memang hanya punya tiga pesawat. Bisa terbang keluar dari Yaman saja sudah Alhamdulillah. Apalagi pesawat itu telat karena harus singgah di Aden. Akhirnya saya bisa ke Aden –meski penumpang transit tidak boleh meninggalkan pesawat.
Fauzi punya kiat sukses khusus untuk menempuh kehidupan di Mesir. Sebaiknya itu juga jadi pegangan semua orang di Mesir. Di mana saja.
Kiat itu tecermin dari nama ”Mesir” yang dalam bahasa Arab hanya terdiri dari tiga huruf: mim (M), shot (S), dan ra’ (R).
M itu musibah. S itu sabar. R itu ridho.
Setiap kena Musibah ia harus Sabar, agar Ridho Allah turun kepadanya. Musibah, sabar, ridho.
Fauzi sendiri masih punya pegangan satu lagi. “Di Mesir ini saya juga berpedoman pada ‘Tiga S’,” katanya. Yakni Sabar, Sabaaar, dan Sabaaaaar.(Dahlan Iskan)