Catatan Dahlan Iskan

Tiga Huruf

Catatan Dahlan Iskan

Bagikan
Bagikan

 

Tahun pertama di Kairo, Fauzi mencapai target: hafal 15 juz Quran. Sudah 50 persen. Sambil tetap kuliah di Al Azhar. Tahun berikutnya ia punya target hafal seisi Quran.

“Itu karena saya terus ingat ayah saya. Beliau begitu nekat membiayai saya kuliah di Al Azhar,” katanya.

Sang ayah guru SD. Awalnya sang ayah ingin Fauzi masuk tentara. Adik sang ayah adalah tentara. Ia ingin anaknya seperti adiknya.

Fauzi pun ikut tes. Lulus semua. Tinggal tes terakhir. Gagal.

 

Sang ayah punya plan B: kalau gagal masuk tentara harus kuliah di Al Azhar, Mesir. Fauzi tidak tahu dari mana ayahnya dapat uang untuk memberangkatkannya.

Ketika ayahnya mengantar ke bandara, akhirnya Fauzi tahu semuanya. Termasuk tahu dari mana ayahnya dapat uang. Dan itu membuat tekad Fauzi membara: harus hafal Quran –di samping harus jadi sarjana.

Sebelum berpisah di beranda bandara sang ayah berkata lirih kepadanya: SK guru miliknya digadaikan untuk mendapat uang biaya keberangkatannya ke Al Azhar.

Ketika sudah hafal Quran 15 juz teman Fauzi minta tolong kepadanya: agar menggantikan sementara pekerjaan si teman. Yakni sebagai pelayan di restoran. Si teman akan konsentrasi mempersiapkan ujian akhir.

 

Begitu si teman mau masuk kerja lagi, juragan restoran tidak mau. Sang juragan minta agar Fauzi saja yang tetap di situ. Sang juragan sangat puas dengan kerja Fauzi.

Lama-lama Fauzi tidak hanya jadi pelayan. Ia diminta juga antar-antar barang. Dipercaya mengemudikan mobil. Diuruskan SIM Mesir. Dibiayai. Fauzi pun lebih menghafal lika-liku jalan di kota Kairo.

Dianggap tahu jalan, Fauzi diminta antar turis ke Piramid. Lalu keterusan. Sering diminta antar turis. Lama-lama Fauzi punya bisnis wisata sendiri. Sampai sekarang. Sampai punya dua mobil. Ia sosok favorit untuk mengantar rombongan dari Indonesia.

 

Bisnisnya terus berkembang. Termasuk mendatangkan bumbu-bumbu dari Indonesia. Juga mengirim barang-barang dari Mesir. Tiap bulan ia kirim tiga ton kurma Mesir ke Jakarta.

Penerbangan Mesir-Jakarta, baginya, sudah seperti dari Tanah Abang ke Tasikmalaya. Setahun bisa lebih 17 kali. Dagang Mesir-Jakarta.

Bagikan
Artikel Terkait
Catatan Dahlan Iskan

Cinta Alwi

  “Saya tinggal di situ,” katanyi lirih. “Dengan siapa tinggal di situ?”...

PT DSI itulah yang akan ekspor sawit dan batu bara. Eksporter tunggal. Semua perusahaan sawit dan batu bara harus serahkan ekspornya.
Catatan Dahlan Iskan

Klarifikasi Bukan

Entahlah mana yang paling benar. Baiknya kita sabar menunggu perkembangan sampai dua...

Catatan Dahlan Iskan

Dor! Dor!

Presiden Soeharto mengubah asas ekonomi menjadi tanpa nama. Tapi Anda tahu: praktik...

Catatan Dahlan Iskan

Rujak Ambon

  Tiba di kantor Cantika kami bisa pilih kursi. Ada tiga pilihan:...