Home Lifestyle Ibu Menyusui Mau Puasa Ramadan 2026? Jangan Nekat Kalau Belum Baca Tips Rahasia Ini, Volume ASI Bisa Drop!
Lifestyle

Ibu Menyusui Mau Puasa Ramadan 2026? Jangan Nekat Kalau Belum Baca Tips Rahasia Ini, Volume ASI Bisa Drop!

Bagikan
Ibu Menyusui Mau Puasa Ramadan 2026? Jangan Nekat Kalau Belum Baca Tips Rahasia Ini, Volume ASI Bisa Drop!
Ilustrasi Ibu menyusui - ANTARA -
Bagikan

Pilihlah sumber protein berkualitas tinggi seperti telur, ikan, daging ayam, atau daging sapi untuk mendukung sintesis ASI yang maksimal. Jangan lupakan protein nabati seperti tempe dan tahu yang juga sangat efektif membantu pemulihan tubuh. Dengan asupan protein yang cukup, Anda tidak hanya menjaga kualitas susu, tetapi juga memastikan tubuh tetap fit meskipun tidak makan belasan jam.

Karbohidrat Kompleks: Rahasia Agar Tidak Cepat Lemas Seharian

Sering merasa lemas saat jam 12 siang? Itu tandanya pilihan karbohidrat Anda salah. Sangat disarankan bagi ibu menyusui untuk mengonsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, kentang, atau roti gandum. Jenis makanan ini melepaskan energi secara perlahan (slow release), sehingga pasokan energi di dalam darah tetap stabil dan Anda tidak akan cepat merasa loyo sebelum waktu berbuka tiba.

Selain itu, lemak sehat adalah kunci konsistensi energi dalam ASI. Masukkan alpukat, kacang-kacangan, atau minyak zaitun ke dalam menu harian Anda. Lemak baik ini sangat berperan penting dalam menjaga kualitas kalori yang diterima si kecil melalui proses laktasi. Kebutuhan mikronutrien seperti kalsium dan zat besi pun harus terpenuhi lewat sayur bayam, hati ayam, atau ikan teri agar tulang ibu tetap kuat selama berpuasa.

Manajemen Pompa dan Hormon Prolaktin: Rahasia ASI Tetap “Banjir”

Selain urusan dapur, teknik pengosongan payudara juga memegang peran vital. Produksi susu sangat bergantung pada prinsip supply and demand. Jamila menyarankan Anda tetap rajin melakukan Direct Breastfeeding (DBF) atau memompa secara konsisten. Disarankan untuk lebih sering menyusui pada malam hari dan menjelang sahur karena saat itulah kadar hormon prolaktin mencapai puncaknya.

Bagi ibu bekerja, usahakan memompa setiap dua sampai tiga jam sekali untuk menstimulasi refleks oksitosin. Satu hal lagi yang paling sering terlupakan: manajemen stres! Jika Anda terlalu stres atau kelelahan karena memaksakan pekerjaan rumah tangga, refleks pengeluaran ASI bisa terhambat. Meskipun produksi di dalam pabrik payudara tetap ada, ASI akan terasa “seret” keluar jika ibu tidak dalam kondisi rileks.

Tips Sukses Puasa bagi Ibu Menyusui:
  • Targetkan minum 3 liter air dengan pembagian waktu yang pas.
  • Konsumsi suplemen multivitamin jika asupan makanan dirasa kurang optimal.
  • Optimalkan waktu istirahat dan hindari stres yang tidak perlu.
  • Fokus pada makanan padat nutrisi, bukan sekadar kenyang.

Menjalankan puasa sambil menyusui adalah sebuah perjuangan yang luar biasa. Dengan persiapan nutrisi yang matang dan pemahaman akan sinyal tubuh sendiri, Anda bisa tetap meraih pahala puasa tanpa mengorbankan hak si kecil. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika Anda mulai merasa gejala pusing yang hebat atau urine berwarna sangat gelap sebagai tanda dehidrasi berat. (*)

Bagikan
Artikel Terkait
Lifestyle

Komentar Knetz Penuh Diskriminasi, Asia Tenggara Tersinggung

Setelah kasus ini viral, banyak netizen Indonesia merasa geram dan meminta agar...

Lifestyle

1000 Ide Ucapan Imlek 2026, Doa dan Harapan yang Siap Meriahkan Tahun Kuda Api

– Semoga tahun kuda api membawa peluang baru dan kemajuan yang signifikan...

Lifestyle

14 Ide Bisnis Cemerlang di Era Modern, Cepat Hasilkan Uang

5. Layanan konsultasi offline (mis. manajemen waktu, keuangan pribadi): sesi tatap muka...

Lifestyle

IKAN ARWANA dalam IMLEK, Kenapa Beken?

Cara Menempatkan Ikan Arwana saat Imlek Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari simbolisme...