Home Lifestyle Ibu Menyusui Mau Puasa Ramadan 2026? Jangan Nekat Kalau Belum Baca Tips Rahasia Ini, Volume ASI Bisa Drop!
Lifestyle

Ibu Menyusui Mau Puasa Ramadan 2026? Jangan Nekat Kalau Belum Baca Tips Rahasia Ini, Volume ASI Bisa Drop!

Bagikan
Ibu Menyusui Mau Puasa Ramadan 2026? Jangan Nekat Kalau Belum Baca Tips Rahasia Ini, Volume ASI Bisa Drop!
Ilustrasi Ibu menyusui - ANTARA -
Bagikan

finnews.id – Bulan suci Ramadan 1447 H sudah di depan mata. Bagi Anda para ibu yang sedang dalam masa mengASIhi, momen ini sering kali memicu kekhawatiran besar. Muncul pertanyaan klasik: “Apakah saya kuat puasa?” atau “Nanti ASI saya jadi seret tidak ya?”. Tenang, Anda tidak sendirian dalam menghadapi dilema ini. Kabar baiknya, menyusui sambil beribadah bukan hal mustahil asal Anda tahu strategi jitu yang tepat.

Jangan sampai ambisi menjalankan ibadah justru membuat kondisi fisik Anda tumbang atau pertumbuhan si kecil terganggu. Para ahli kesehatan sudah memperingatkan bahwa kunci sukses terletak pada manajemen asupan yang sangat ketat. Jika Anda abai terhadap pola makan dan hidrasi, risiko dehidrasi dan defisit energi siap mengintai yang berujung pada menurunnya volume air susu ibu secara drastis.

Jangan Remehkan Hidrasi! Strategi Minum 3 Liter Agar ASI Tetap Melimpah

Kunci utama agar tubuh tidak ambruk saat berpuasa adalah hidrasi yang optimal. Bidan sekaligus pendiri Bumilpamil, Jamilatus Sadiyah, menekankan bahwa ibu menyusui harus memiliki target cairan yang lebih tinggi dari orang biasa. Bayangkan, Anda harus memastikan masuknya cairan sebanyak 2,5 hingga 3 liter setiap harinya. Tentu saja, jumlah ini harus Anda bagi secara cerdas sejak waktu berbuka hingga sahur.

Agar tidak terasa berat hanya dengan minum air putih, Anda bisa mengakali kebutuhan elektrolit ini dengan variasi menu. Cobalah mengonsumsi makanan berkuah seperti sup hangat atau buah-buahan yang kaya kandungan air seperti semangka dan jeruk saat berbuka. Ingat, saat Anda dehidrasi, tubuh akan secara otomatis memprioritaskan fungsi organ vital, dan produksi susu bisa menjadi korban pertamanya.

“Beberapa studi menunjukkan bahwa puasa Ramadan pada ibu menyusui umumnya tidak langsung menurunkan kualitas makronutrien ASI, namun dehidrasi dan defisit energi dapat memengaruhi volume ASI dan kondisi ibu jika tidak diantisipasi dengan baik,” tegas Jamilatus Sadiyah kepada ANTARA di Jakarta pada Rabu (18/02).

Wajib Tambah 500 Kalori! Jangan Cuma Makan Secuil Saat Sahur

Banyak ibu yang membuat kesalahan fatal dengan makan seadanya saat sahur karena masih mengantuk. Padahal, tubuh Anda membutuhkan “bensin” ekstra. Jamila menyarankan penambahan asupan energi sebanyak 400 sampai 500 kilokalori (kkal) per hari selama bulan puasa. Artinya, porsi makan Anda saat sahur dan berbuka harus lebih padat gizi dibandingkan biasanya.

Bagikan
Artikel Terkait
Lifestyle

Mengintip Pesona Sejarah Keraton Surakarta: Destinasi Wajib Pemudik Saat Singgah di Solo

finnews.id – Bagi pemudik yang sedang berada di Kota Solo bisa mengunjungi...

Tradisi Idul Fitri Berbagai Negara
Lifestyle

Warna-warni Idul Fitri Global: Dari Balap Unta Arab hingga Festival Gula di Turki

Finnews.id – Perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah membawa kegembiraan bagi umat Muslim...

Lifestyle

Kalender Lebaran Pemerintah dan Muhammadiyah Kok Bisa Beda?

finnews.id – Meski belum diumumkan secara resmi, masyarakat dapat melihat gambaran awal...

Lifestyle

Muhammadiyah Sudah Tetapkan Perayaan Lebaran 2026 Cek di sini!

finnews.id – Jelang akhir Ramadan 1447 Hijriah, perbincangan mengenai kapan Idul Fitri...