finnews.id – Satuan Tugas (Satgas) Damai Cartenz 2026 kembali mencatatkan keberhasilan dalam operasi penegakan hukum di Tanah Papua. Sebanyak empat anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) anak buah Elkius Kobak diringkus di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Selasa (17/2/2026).
Penangkapan ini dikonfirmasi langsung oleh Kasatgas Humas Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo. Ia menyebutkan bahwa para pelaku saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif di Jayapura.
Keterlibatan dalam Pembakaran SMAN 2 Dekai
Dari empat orang yang diamankan, dua di antaranya telah teridentifikasi sebagai aktor utama dalam aksi kriminalitas yang meresahkan warga pendidikan di Yahukimo.
“Dua pelaku berinisial GW dan EH terbukti terlibat dalam aksi pembakaran ruang kelas SMAN 2 Dekai yang terjadi pada Sabtu (14/2) lalu,” ujar Kombes Yusuf Sutejo dalam keterangan resminya.
Sementara itu, dua anggota lainnya yakni BW (25) dan HM (23) masih berstatus terperiksa. Penyidik kepolisian tengah mendalami rekam jejak mereka untuk melihat keterlibatan dalam rentetan aksi teror lainnya di wilayah Papua Pegunungan.
Pengejaran Pelaku Penembakan Pesawat Smart Air
Selain fokus pada penangkapan di Dekai, Satgas Damai Cartenz juga memberikan update terkait insiden berdarah penembakan pesawat Smart Air di Korowai Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.
Tragedi yang menewaskan dua pilot senior, Kapten Enggo dan Kapten Baskoro tersebut diduga kuat merupakan ulah kelompok pimpinan Elkius Kobak.
“Hingga saat ini, tim penegakan hukum masih berada di lapangan untuk memburu pelaku penembakan pesawat. Belum ada yang tertangkap untuk kasus tersebut, namun pengejaran terus dilakukan secara intensif,” tegas Yusuf.
Komitmen Keamanan di Wilayah Papua
Penangkapan ini menjadi sinyal keras bagi kelompok bersenjata yang terus mengganggu stabilitas keamanan. Satgas Damai Cartenz menegaskan tidak akan memberikan ruang bagi tindakan anarkis yang mengancam nyawa warga sipil maupun fasilitas publik.
Aparat keamanan mengimbau masyarakat untuk:
- Tetap tenang dan menjalankan aktivitas seperti biasa.
- Segera melaporkan aktivitas mencurigakan kepada petugas terdekat.
- Tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Langkah tegas ini diharapkan mampu mempersempit ruang gerak KKB dan mengembalikan situasi kondusif di wilayah Kabupaten Yahukimo dan sekitarnya.