Home News Maluku Dipercaya Jadi Laboratorium Toleransi Antarumat Beragama
News

Maluku Dipercaya Jadi Laboratorium Toleransi Antarumat Beragama

Bagikan
Bagikan

finnews.id – Kementerian Agama (Kemenag) RI menetapkan Maluku sebagai model nasional dalam penguatan toleransi antarumat beragama. Langkah ini dilakukan melalui pendekatan Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) yang difokuskan pada sektor pendidikan, terutama bagi pelajar.

Penunjukan tersebut bukan tanpa alasan. Maluku dinilai memiliki rekam jejak sosial dan sejarah panjang dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman agama, suku, dan budaya. Pengalaman itu menjadi modal penting untuk mengembangkan pendekatan pendidikan berbasis toleransi yang lebih sistematis.

Koordinator Staf Khusus Menteri Agama RI Farid Saenong menjelaskan, program ini diharapkan tidak berhenti sebagai proyek pusat semata, tetapi bisa diterapkan secara menyeluruh hingga tingkat daerah.

“Kami menjadikan Maluku sebagai percontohan toleransi antarumat beragama melalui pendekatan Literasi Keagamaan Lintas Budaya. Karena itu, kami ingin program ini dapat diintegrasikan oleh pemerintah provinsi hingga pemerintah kabupaten dan kota di Maluku, terutama yang menyasar anak-anak sekolah kita,” kata dia di Ambon, Kamis.

Menurut Farid, penguatan literasi keagamaan lintas budaya merupakan salah satu langkah strategis untuk mencegah tumbuhnya sikap eksklusif dan intoleran sejak dini. Melalui pendekatan ini, siswa diharapkan mampu memahami perbedaan sebagai kekayaan sosial, bukan sebagai sumber konflik.

Ia juga menekankan bahwa memasukkan LKLB ke dalam kebijakan pendidikan daerah akan membuat sekolah berfungsi sebagai ruang perjumpaan yang aman bagi berbagai latar belakang identitas, sekaligus memperkuat kohesi sosial.

Dukungan serupa datang dari Pemerintah Provinsi Maluku. Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Sadali Ie, menyatakan komitmen daerahnya untuk mengawal implementasi program tersebut. Ia menilai pendekatan LKLB sejalan dengan nilai hidup Orang Basudara yang telah lama menjadi identitas masyarakat Maluku.

“Maluku memiliki pengalaman panjang dalam merawat kembali harmoni sosial pascakonflik. Pendekatan Literasi Keagamaan Lintas Budaya sangat relevan untuk memperkuat semangat saling menghormati dan empati di tengah kemajemukan masyarakat Maluku,” ujar Sadali.

Bagikan
Artikel Terkait
News

MK Siap Revisi Uang Pensiun Wakil Rakyat, DPR: ‘PANSUS Dulu’

finnews.id – Wakil Ketua Komisi II DPR, Zulfikar Arse Sadikin mengusulkan pembentukan...

News

Jelang Puncak Mudik 2026, Tol Cipali Mulai Sterilisasi Jalur untuk One Way

finnews.id – Petugas mulai melakukan persiapan rekayasa lalu lintas sistem satu arah...

News

Mudik Memanas! Jalur One Way Tol Cipali KM 72–188 Dibuka Pukul 15.21 WIB Usai Volume Kendaraan Melejit

finnews.id – Gelombang pemudik yang mengarah ke Jawa Tengah mulai memadati infrastruktur...

News

Arus Mudik H-5 Lebaran 2026, Lalu Lintas Tol Jabodetabek dan Jawa Barat Mulai Meningkat

finnews. ID– Jasa Marga melalui Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division (JMT) mencatat...