Catatan Dahlan Iskan

Tarim Tanah

Catatan Dahlan Iskan

Bagikan
Bagikan

 

Retakannya itu ada yang sempit ada yang lebar. Kian pesawat turun kian jelas: di dalam retakan itu ada pohon-pohon hijaunya. Lalu ada seperti sungainya tapi tanpa air.

Setelah beberapa hari di Tarim saya tahu: semua kota kecil di kawasan Hadramaut lokasinya di dasar retakan-retakan gunung tanah itu.

Maka retakan-retakan itu pada awalnya adalah tanah gunung yang tergerus oleh air hujan, lalu membentuk sungai yang dalam. Di kanan-kiri sungai yang tak berair itulah orang-orang Hadramaut membangun kehidupan.

Meski sungainya tidak berair tapi karena letaknya jauh di bawah tebing gunung sehingga tanahnya mengandung banyak air. Air melimpah. Di mana ada air di situ ada kehidupan.

Maka kehidupan terbanyak di Hadramaut adalah di celah-celah gunung tanah itu. Disebut ”wadi”.

 

Di Saudi Arabia ”wadi” biasanya di cekungan gunung. Di Hadramaut ”wadi” berada di sepanjang celah gunung.

Wadi itu bisa memanjang panjang sekali. Mengikuti aliran sungai di kala ada hujan.

Kelak, di hari keempat di Hadramaut saya berkesempatan memasuki celah-celah gunung yang dalam seperti itu. Tidak hanya memasuki tapi juga menyusurinya. Berpuluh kilometer. Melewati kampung-kampung di sepanjang sungai di celah gunung yang dalam.

Dalam menyelusuran itu saya sering mendongak ke atas, ke daratan yang di atas sana. Lalu menyadari bahwa saat itu saya sedang di dalam celah rekahan gunung tanah.

 

Tiba di Tarim sebenarnya saya sudah lapar. Tapi itu hari Jumat. Sebentar lagi saatnya tiba: harus salat Jumat. Lalu akan ada makan gratis di rumah ulama terbesar di Tarim: di rumah Habib Umar.

Letak rumah Habib Umar hanya beberapa langkah dari pondok Darul Mustofa. Beliau yang mendirikan Darul Mustofa.

Berarti itulah ziarah pertama saya di Tarim: ke rumah Habib Umar. Tidak perlu ada anggaran makan siang hari itu.

Berarti ke tempat pembuatan bata tanah tadi adalah ziarah kedua saya di Tarim.(Dahlan Iskan)

Bagikan
Artikel Terkait
Catatan Dahlan Iskan

Amang Amat

  Amang bercerita punya teman sekampung di Tarim bernama Alawi. Juga pernah...

Catatan Dahlan Iskan

Lumbung Komisi

Tentu tidak mudah mendapatkan 80 ribu orang seperti Mukri untuk Koperasi Desa/Kelurahan...

Catatan Dahlan Iskan

Daftar Keinginan

Dari langkah perundingan itu kian terlihat tujuan Amerika ikut menyerang Iran tidak...

Catatan Dahlan Iskan

Mati Efisiensi

Tim Joao-lah yang menjalankan Koperasi Merah Putih itu. Semuanya. Se-Indonesia. Targetnya: selama...