finnews.id – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. Di tengah situasi tersebut, militer AS dilaporkan meningkatkan kesiapsiagaan dengan menempatkan sistem rudal Patriot di Pangkalan Udara Al Udeid, Qatar.
Laporan Reuters pada Selasa 10 Feberuari 2026, berdasarkan analisis citra satelit, menyebutkan bahwa rudal Patriot kini dipasang pada peluncur berbasis truk. Langkah ini dinilai memberi fleksibilitas lebih tinggi dibandingkan peluncur semi-statis karena memungkinkan sistem tersebut digerakkan dengan cepat sesuai kebutuhan operasional, baik untuk tujuan pertahanan maupun potensi serangan.
Citra satelit tertanggal 1 Februari juga menunjukkan adanya penambahan kekuatan udara di pangkalan tersebut. Empat pesawat pengisi bahan bakar KC-135 Stratotanker dipindahkan ke Al Udeid sehingga totalnya menjadi 18 unit. Selain itu, terdapat tambahan tujuh pesawat angkut C-17.
Tak hanya itu, gambar satelit memperlihatkan keberadaan pesawat pengintai RC-135, tiga unit C-130 Hercules, serta hingga 10 sistem pertahanan udara Patriot MIM-104 yang sudah terpasang di atas truk.
Pergerakan militer AS juga terdeteksi di Yordania. Dalam rentang 25 Januari hingga 2 Februari, satu pesawat C-17, satu C-130, serta empat pesawat perang elektronik EA-18G Growler dikerahkan ke Muwaffaq. Hingga 2 Februari, pangkalan tersebut juga menampung 17 jet tempur F-15E, delapan A-10 Thunderbolt, empat C-130, dan empat helikopter yang belum teridentifikasi.
Di Arab Saudi, tepatnya di Pangkalan Prince Sultan, citra satelit pada 2 Februari memperlihatkan keberadaan pesawat C-5 Galaxy dan satu C-17. Sementara itu, aktivitas militer tambahan juga terpantau di Diego Garcia, Samudra Hindia, dengan tujuh pesawat tambahan, serta peningkatan jumlah pesawat di pangkalan Dukhan, Oman.
Sebelumnya pada Januari, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa sebuah “armada besar” tengah bergerak menuju Iran. Ia juga berharap Teheran bersedia membuka ruang negosiasi dan mencapai kesepakatan yang adil serta seimbang.