Catatan Dahlan Iskan

Berpisah Istri

Catatan Dahlan Iskan

Bagikan
Bagikan

Biasanya, saat menggigil seperti itu saya taruh telapak tangan saya di keningnyi: normal. Suhu badan tidak naik. Lalu saya perhatikan bahwa dia sudah makan satu jam sebelum menggigil itu: berarti tidak mungkin gula darahnya sedang drop.

“Tenang saja. Menggigil Anda ini tidak bahaya,” kata saya. “Kalau di saat menggigil itu suhu badan Anda naik barulah harus minum obat atau ke dokter”.

Tidak usah khawatir. Jangan minum obat apa pun –agar tidak terjadi salah obat. Itu justru lebih berbahaya. Bisa mengganggu organ lain seperti ginjal.

Lalu dari mana datangnya gigil hebat itu?

Saya sudah bertanya ke banyak dokter. Termasuk dokter saraf. Saya juga membaca banyak literatur tepercaya di internet. Gigil itu bukan atas perintah otak. Kalau gigil itu datang saat suhu badan naik barulah gigil itu atas perintah otak.

Lalu siapa yang memerintahkan gigil itu? Tidak ada. Tidak ada yang memerintahkannya. Itu sejenis gerakan reflek otot akibat kelelahan. Reflek itu datang akibat saraf istri saya yang terganggu oleh gula darah yang tinggi selama puluhan tahun.

Maka saya juga mengoreksi kebiasaan istri –yang ternyata menurut ilmu kedokteran salah: di saat menggigil hebat dia mengambil selimut tebal. Itu tidak boleh. Kalau pun berselimut yang tipis saja.

Begitulah. Teman-teman istri sudah saya beri tahu tentang semua itu. Saya khawatir mereka memberi sembarang obat. Biarkan saja menggigil. Yang terbaik hanya memberi istri minum air hangat. Jangan manis. Lalu pura-pura memijat-mijat punggungnyi. Agar tidak dibilang tidak ada perhatian. Itulah yang juga saya lakukan –biar pun itu bukan jalan keluarnya.

Ada Dewi. Ada Ali Murtadlo dan istri. Ada Bajuri. Ada mas Shodiq dan istri dan anak perempuannya. Semua satu rombongan. Satu grup senam. Semua sudah saya brifing seperti itu. Semua siap menjaga istri selama di Mekah.

“Dalam 30 sampai 60 menit gigil itu akan berhenti sendiri,” kata saya kepada mereka.

Mobil yang membawa saya ke bandara pun tiba. Saatnya saya ke terminal haji Jeddah –di situlah Yemeni Airways berpangkalan. Ini kali pertama saya ke Yaman. Kali pertama naik pesawat Yemeni.

Bagikan
Artikel Terkait
penurunan nilai rupiah sampai angka yang mengkhawatirkan: di atas Rp17.500. Tetap saja tidak ada langkah besar pemerintah
Catatan Dahlan Iskan

Guncangan Transisi

Mungkin itu memang ciri-ciri masa transisi. Tinggal kuat-kuatan. Apakah pemerintah kuat menghadapi...

"Tahu krowak": lambang aplikasi layanan publik milik kabupaten Sumedang. Ada 29 menu di dashboardnya. Mulai dari kas daerah sampai MBG.
Catatan Dahlan Iskan

Tahu Digigit

Sebenarnya Sumedang punya produk besar lain: Cilembu –ubi Cilembu. Dony pilih ”tahu...

Dari SMA itu Nara kuliah di Fisip Unas. Lalu ambil S-2 sosiologi di Valdosta State, Georgia, Amerika
Catatan Dahlan Iskan

Eulogy Lia

Suami saya benci melihat saya menangis. Dan ia ingin kita semua merayakan...

Pemakaman James F. Sundah sedang berlangsung di New York. Upacara itu berlangsung dua jam, berarti selesai pukul 06.00 pagi ini.
Catatan Dahlan Iskan

Life Wife

Lia sudah menyelesaikan naskah eulogy untuk James itu tapi masih dia pikir...