Pangkalan Militer AS yang Terancam
Dengan sekitar 40.000 personel militer AS tersebar di berbagai pangkalan di Timur Tengah, potensi serangan balasan Iran bukanlah isapan jempol. Beberapa pangkalan utama yang dianggap berisiko adalah:
1. Bahrain: Markas Armada Kelima Angkatan Laut AS, yang memainkan peran kunci dalam operasi AS di Teluk Persia.
2. Qatar: Pangkalan udara Al Udeid, yang merupakan pangkalan terbesar milik AS di Timur Tengah dan markas pusat Komando Pusat AS (CENTCOM).
3. Irak: Pangkalan udara Al Asad dan Al Harir, yang pernah menjadi sasaran serangan Iran pada 2020 setelah pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani.
Pada 23 Juni 2025, Iran bahkan dilaporkan menyerang pangkalan Al Udeid di Qatar, meskipun tidak ada konfirmasi resmi mengenai kerusakan atau korban.
Tanggapan AS dan Dampak Regional
AS menanggapi ancaman ini dengan meningkatkan pembesaran militer di kawasan, termasuk mendekployasikan pesawat pengebom strategis B-2 ke pangkalan Diego Garcia di Samudra Hindia dan kapal induk USS Carl Vinson ke Teluk Persia. Namun, negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, Kuwait, dan Qatar menunjukkan keengganan untuk menjadi titik awal serangan AS, khawatir akan menjadi sasaran pembalasan Iran.
Komunitas internasional menyampaikan kekhawatiran serius akan potensi perang terbuka yang lebih luas, yang dapat mengganggu pasokan minyak global dan menimbulkan krisis kemanusiaan di wilayah. Banyak negara menyeru kedua pihak untuk kembali ke meja perundingan dan mencari solusi damai.
Eskalasi konflik antara Iran dan AS di Timur Tengah menyoroti betapa rawannya situasi geopolitik di kawasan. Ancamannya yang terus-menerus terhadap pangkalan militer AS bukan hanya mengancam keamanan regional, tetapi juga stabilitas global. Semua pihak dituntut untuk bertindak cermat dan menghindari langkah-langkah yang dapat memperparah keadaan lebih lanjut.