Panduan Lengkap Tata Cara Salat Gerhana Matahari
Kitab Syarah Yaqutun Nafis menjelaskan bahwa salat gerhana matahari memiliki keunikan pada struktur rakaatnya. Meskipun berjumlah dua rakaat, setiap rakaat memiliki dua kali berdiri dan dua kali ruku’. Berikut adalah urutan pelaksanaannya secara detail:
Niat dan Takbiratul Ihram: Memulai ibadah dengan niat di dalam hati.
Membaca Doa Iftitah dan Al-Fatihah: Melanjutkan dengan bacaan surat pendek atau panjang dari Al-Qur’an.
Ruku’ Pertama: Melakukan ruku’ dengan durasi yang lebih lama dari biasanya.
Berdiri Kembali (I’tidal Pertama): Membaca Al-Fatihah dan surat Al-Qur’an untuk kedua kalinya dalam rakaat yang sama.
Ruku’ Kedua: Melakukan ruku’ kembali sebelum akhirnya melakukan i’tidal kedua.
Sujud: Melakukan sujud dua kali dengan penuh kekhusyukan dan thuma’ninah.
Rakaat Kedua: Mengulangi rangkaian yang sama seperti rakaat pertama.
Tahiyat Akhir dan Salam: Mengakhiri salat dengan duduk tasyahud dan salam.
Niat Salat Gerhana Matahari
Sebelum takbir, Anda dapat melafalkan niat berikut: أُصَلِّيْ سُنَّةً لِكُسُوْفِ الشَّمْسِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى (Ushallî sunnatan likusûfisy syamsi rak’ataini lillâhi ta’âlâ) Artinya: “Saya niat shalat sunnah gerhana matahari dua rakaat karena Allah ta’âla.”
Keutamaan Memanjangkan Bacaan
Untuk mencapai derajat kesempurnaan dalam ibadah ini, para ulama menyarankan imam atau individu untuk memanjangkan bacaan surat Al-Qur’an. Setelah Al-Fatihah pertama, Anda disunnahkan membaca Surat Al-Baqarah atau sebagian darinya. Saat berdiri kembali setelah ruku’ pertama, lanjutkan dengan membaca Surat Ali Imran.
Memasuki rakaat kedua, Anda dapat membaca Surat An-Nisa’ pada berdiri pertama dan Surat Al-Maidah pada berdiri kedua. Tidak hanya surat, durasi tasbih saat ruku’ dan sujud pun sebaiknya Anda perlama sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT. Melalui perpaduan antara fenomena alam yang luar biasa dan kekhusyukan ibadah, umat Islam diingatkan bahwa seluruh alam semesta bergerak atas kehendak-Nya.
Sambutlah Gerhana Matahari Cincin pada 17 Februari 2026 mendatang dengan memperbanyak zikir, doa, istighfar, dan sedekah. Mari jadikan momen ini sebagai sarana untuk memperkuat keimanan dan kesadaran akan betapa kecilnya manusia di hadapan kekuasaan Sang Khalik.