Pada peresmian Monumen Jenderal Hoegeng di Pekalongan November 2023, Eyang Meri sempat menitipkan doa agar anggota Polri selalu menjadi contoh baik. Saat merayakan ulang tahun ke-100 pada Juni 2025, cucunya, Rama Hoegeng, meluncurkan buku “Meri Yati Hoegeng, 100 Tahun Langkah Setia Pengabdian” yang berisi cerita dan kliping tentang kehidupannya, dengan kontribusi dari Megawati Soekarnoputri.
Tanggapan dari Pimpinan Negara dan Polri
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan duka mendalam atas kepergian Eyang Meri, menyebutnya sebagai “pelita keteladanan” dan “saksi sejarah” perjalanan Polri. “Beliau bukan sekadar istri seorang jenderal, tetapi juga inspirasi nyata bagi seluruh generasi penerus Polri dan Bhayangkari untuk menjaga marwah institusi,” ujar Listyo melalui akun Instagram pribadinya.
Menteri Dalam Negeri Jenderal (Purn) Tito Karnavian juga mengungkapkan rasa sedih, menyebut Eyang Meri sebagai “sosok panutan” yang selalu menyebarkan kebaikan. Ucapan belasungkawa juga mengalir dari berbagai kalangan masyarakat yang mengenal nilai-nilai keluarga Hoegeng.
Penutup Bab Sejarah Keteladanan
Kehadiran Eyang Meri selama 100 tahun menjadi bukti kesetiaan, kesederhanaan, dan keberanian menjaga prinsip. Beliau tidak hanya mendampingi seorang legenda polisi, tetapi juga menjadi simbol harapan bagi banyak orang tentang bagaimana hidup dengan integritas meskipun dalam kondisi apapun. Kisah hidupnya akan terus dikenang sebagai bagian dari sejarah moral Indonesia dan inspirasi bagi generasi mendatang.