Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo tercatat sebagai salah satu kepala negara yang menandatangani piagam pembentukan Dewan Perdamaian Gaza. Ia menilai inisiatif tersebut sebagai momentum penting bagi upaya perdamaian di wilayah konflik.
“Saya kira ini kesempatan bersejarah. Ini kesempatan bersejarah. Ini benar-benar peluang untuk mencapai perdamaian di Gaza,” kata Presiden Prabowo menjawab pertanyaan wartawan selepas menghadiri acara peluncuran Dewan Perdamaian di Davos, Swiss, Kamis.
Presiden Prabowo juga menyoroti kondisi kemanusiaan di Gaza yang disebutnya mulai menunjukkan perbaikan, terutama dari sisi distribusi bantuan.
“Yang jelas, penderitaan rakyat di Gaza sudah berkurang, sangat berkurang. Bantuan-bantuan kemanusiaan begitu besar, begitu deras masuk. Saya sangat berharap, dan Indonesia siap ikut serta,” sambung Presiden Prabowo.
Menurut Prabowo, negara-negara yang tergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza merupakan pihak-pihak yang memiliki kepedulian terhadap nasib rakyat Palestina dan memiliki komitmen terhadap perdamaian.
“Siapa yang ingin perdamaian (ada, red.) di situ, siapa yang ingin bantu rakyat Gaza, rakyat Palestina (ada di dewan tersebut, red.),” ujar Presiden Prabowo menjawab pertanyaan wartawan.
Selain Indonesia, sejumlah negara lain yang turut menandatangani piagam Dewan Perdamaian Gaza antara lain Hungaria, Bahrain, Maroko, Argentina, Armenia, Azerbaijan, Belgia, Bulgaria, Mesir, Jordania, Kazakhstan, Republik Kosovo, Mongolia, Pakistan, Paraguay, Qatar, Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab (UAE), dan Uzbekistan.