Fenomena ini memiliki dua sisi. Di satu sisi, bandwagon effect dapat mempercepat adopsi inovasi dan mempermudah pengambilan keputusan publik. Namun di sisi lain, efek ini berpotensi melemahkan nalar kritis masyarakat.
Keputusan yang diambil secara kolektif tanpa pertimbangan matang dapat memicu kesalahan massal, manipulasi opini, hingga polarisasi sosial. Dalam jangka panjang, kondisi ini berisiko menggerus kualitas demokrasi dan diskursus publik.
Pentingnya Sikap Kritis
Di tengah derasnya arus informasi, masyarakat dituntut untuk tidak sekadar menjadi pengikut tren. Literasi media dan kemampuan berpikir kritis menjadi kunci untuk menghindari jebakan bandwagon effect.
Menyaring informasi, membandingkan berbagai sudut pandang, serta berani berbeda pendapat dengan dasar yang kuat adalah langkah penting agar keputusan publik tidak semata-mata dikendalikan oleh popularitas.
Bandwagon effect merupakan fenomena sosial yang nyata dan semakin kuat di era digital. Tantangannya bukan pada keberadaan fenomena ini, melainkan pada kemampuan masyarakat untuk tetap rasional di tengah tekanan mayoritas. Dalam konteks tersebut, media dan publik memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga kualitas opini dan keputusan sosial agar tetap berpijak pada fakta, bukan sekadar tren.