“Kami berterima kasih telah diberikan kesempatan untuk bisa mendesain terusan jembatan ini sehingga bisa memiliki fresh look dan ramah pejalan kaki, serta bisa menjadi solusi baik bagi Ancol maupun JIS ke depannya,” kata Nixon.
Nixon menegaskan, JPO Bersama BTN diharapkan menjadi landmark baru sekaligus penggerak aktivitas kawasan karena kelengkapan konektivitasnya, ditunjang jalur KRL, Transjakarta, jalan tol, serta kawasan danau, sungai, dan laut. Bahkan, kata Nixon, kawasan ini memiliki potensi menjadi “The New Clark Quay”, sebuah kawasan dermaga pinggir sungai yang populer di Singapura.
“Pasti ramai, seru, dan mungkin kalau aktivitas di JIS makin ramai, perhotelan akan juga muncul di daerah ini cukup banyak. Itu akan menjadi suatu aktivitas ekonomi baru buat Jakarta,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama Jakpro Iwan Takwin mengatakan, Jakpro selaku pengelola Jakarta International Stadium menilai groundbreaking JPO Bersama BTN merupakan sebuah langkah penting bagi kemajuan infrastruktur dan mobilitas di Jakarta.
“Ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan kolaborasi strategis untuk mendukung visi besar dan transformasi Jakarta sebagai kota global yang hijau, tangguh, dan inklusif, sekaligus upaya memperkuat kawasan wisata, olahraga, dan pemukiman,” ujar Iwan.
Iwan menambahkan, kolaborasi ini dilakukan untuk memecahkan tantangan aksesibilitas dan konektivitas yang selama ini menjadi isu di kawasan JISseiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat dalam berbagai penyelenggaran event nasional maupun internasional di stadion tersebut.