Pengamat pendidikan menilai bahwa ketimpangan ini, jika dibiarkan, dapat menurunkan motivasi guru dan berdampak langsung pada kualitas pendidikan. “Negara tidak boleh abai. Jika guru terus disejahterakan setengah hati, masa depan pendidikan juga dipertaruhkan,” ujar seorang pakar pendidikan.
Pemerhati Pendidikan Billy Mambrasar menyarankan pemerintah untuk membentuk badan atau kementerian yang fokus mengatur tunjangan dan kesejahteraan guru.
Sebab, menurut Billy, saat ini Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) belum maksimal dalam memberikan kepastian seputar tunjangan dan kesejahteraan.
Bahkan usulan tersebut telah disampaikan Billy ke Komisi X DPR sebagai perwakilan rakyat yang membidangi pendidikan pada Selasa 20 Januari 2026.
“Kesejahteraan guru yang masih rendah dan meminta pertimbangan negara untuk mengalokasikan gaji dan tunjungan guru lewat sebuah badan nasional atau langsung dari kementerian seperti pengelolaan pegawai SPPG BGN,” kata Billy pada Selasa.
Eks Staf Khusus Bidang Inovasi, Pendidikan, dan Daerah Terluar era Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini menilai, selama ini Kemendikdasmen lebih sering menggunakan anggaran untuk di transfer ke daerah.
Padahal sebenarnya dana transfer daerah tersebut bisa digunakan untuk membantu kesejahteraan guru.
“Anggaran pendidikan semua ditransfer ke daerah dan pemda mengalokasikannya untuk kebutuhan pendidikan lainnya dan bukan gaji serta kesejahteraan guru. Akibatnya gaji dan tunjangan guru jadi sedikit,” ujarnya.
Menurut Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) gaji guru honorer lebih rendah daripada gaji sopir mobil program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Koordinator Nasional JPPI Ubaid Matraji mengatakan, gaji sopir MBG mencapai Rp 100.000 hingga Rp 150.000 per hari sehingga jika diakumulasikan dalam satu bulan gajinya bisa mencapai lebih dari Rp 3 juta.
“Sudah pasti lebih dari Rp 3 juta. Sementara guru, banyak sekali guru, kemarin di Jakarta saja guru honorer di sekolah negeri itu gajinya Rp 300.000. Di Jakarta, bukan di Papua,” kata Ubaid di Jakarta Pusat