finnews.id – Baru-baru ini viral di media sosial, sejumlah guru honorer menyuarakan protes terkait kesenjangan gaji yang mereka terima dibandingkan dengan sopir program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Keluhan para guru honorer kembali mencuat ke ruang publik. Kali ini, sorotan tertuju pada perbandingan penghasilan mereka dengan pegawai program MBG (Makan Bergizi Gratis) yang dinilai jauh lebih sejahtera, meskipun beban kerja dan tanggung jawab guru honorer tidak kalah besar.
Tampak dalam video tersebut, seorang perempuan yang diduga perwakilan guru honorer menyampaikan keluh kesahnya secara terbuka di hadapan rekan-rekannya.
Ia mengungkapkan keprihatinan karena gaji sopir MBG dinilai jauh lebih layak dibandingkan penghasilan guru honorer yang bertugas mencerdaskan anak bangsa.
Dalam realitanya, satu diantara guru honorer Khairuddin (25) mengungkapkan curahan hatinya atas ketimpangan gaji guru dibanding pekerja MBG.
Kekecewaan Khairuddin memuncak ketika melihat kebijakan negara yang dinilainya lebih menjamin kesejahteraan pegawai di sektor lain, khususnya Pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Bertahun-tahun guru menyuarakan regulasi upah minimum, tapi tiba-tiba terbit PP 115 Tahun 2025 tentang Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mengatur pengangkatan Pegawai SPPG menjadi PPPK,” ujarnya Selasa 20 Januari 2026.
Komitmen Mengajar
Dengan diangkat sebagai PPPK, maka pegawai SPPG dengan status golongan I akan mendapat gaji di kisaran Rp 1.938.500 – Rp 2.900.000
Ia menilai kebijakan tersebut memperlihatkan ketimpangan antara guru honorer dan pegawai SPPG.
“Bayangkan profesi yang sangat mulia ini, juga membutuhkan kuliah bertahun-tahun, tapi gajinya tidak lebih besar dari teman-teman yang ada di SPPG, sebagai sopir atau cuci ompreng. Bukan kami merendahkan mereka, tapi kami ingin keadilan bagi kami juga” kata Khairuddin.
Dalam ketidakpastian itu, Khairuddin mengaku terus menimbang masa depannya sebagai guru. Ia masih bertahan karena komitmen mengajar, namun tak menutup kemungkinan beralih profesi.