finnews.id – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Jakarta sejak dini hari menyebabkan banjir meluas di sejumlah wilayah ibu kota pada Minggu (18/1) pagi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sedikitnya 35 rukun tetangga (RT) dan 23 ruas jalan tergenang air hingga pukul 09.00 WIB.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, mengatakan banjir terjadi hampir merata di empat wilayah Jakarta dengan ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 70 sentimeter.
“Genangan paling banyak terjadi di Jakarta Barat dengan total 17 RT terdampak, disusul Jakarta Pusat 13 RT, Jakarta Timur dua RT, dan Jakarta Utara tiga RT,” ujar Yohan di Jakarta, Minggu pagi.
Di Jakarta Barat, genangan air setinggi 25–60 cm merendam permukiman warga, terutama di Kelurahan Kedaung Kali Angke dan Tegal Alur. Di wilayah Kedaung Kali Angke, delapan RT dilaporkan terendam dengan ketinggian air mencapai 45–60 cm, menjadi titik banjir tertinggi di Jakarta.
Sementara itu, di Jakarta Pusat, banjir setinggi 30 cm merendam 13 RT. Di Jakarta Timur, dua RT di Kelurahan Cakung Barat dan satu RT di Kelurahan Rawa Terate terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 40–60 cm. Adapun di Jakarta Utara, genangan setinggi 25–40 cm terjadi di Kelurahan Pademangan Barat.
Tak hanya permukiman, banjir juga melumpuhkan aktivitas lalu lintas di sejumlah ruas jalan. BPBD mencatat 14 ruas jalan di Jakarta Utara, enam ruas jalan di Jakarta Barat, dan tiga ruas jalan di Jakarta Pusat terendam air.
Beberapa ruas jalan dengan genangan tertinggi berada di Jakarta Utara, antara lain:
- Jalan Gaya Motor Raya (depan Kodim 0502), Sungai Bambu
- Jalan Karang Bolong Raya, Pademangan
- Jalan Jembatan Tiga Raya, Penjaringan
- Jalan Pluit Raya (depan Hotel JP), Penjaringan
- Jalan Babek TNI, Rorotan
Ketinggian air di lokasi tersebut mencapai 40 hingga 70 cm, menghambat arus kendaraan.
Dampak banjir juga memaksa warga mengungsi. Di Kelurahan Tegal Alur, Jakarta Barat, sebanyak 12 kepala keluarga (29 jiwa) mengungsi di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Alur Anggrek.