“Greenland Bukan Barang Dagangan”
Sikap keras juga ditunjukkan oleh Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen. Ia menutup pintu rapat-rapat bagi segala jenis tawaran dari Amerika Serikat.
“Greenland tidak untuk dijual. Kami tidak ingin dimiliki, diperintah, atau menjadi bagian dari Amerika Serikat,” tegas Nielsen. Rakyat di ibu kota Nuuk pun merasa lebih tenang dengan kehadiran pasukan NATO yang dianggap sebagai pelindung dari kemungkinan aksi militer sepihak oleh AS.
Kecaman dari Rusia
Di sisi lain, Rusia mengkritik keras mobilisasi pasukan Barat ini. Kedutaan Besar Rusia di Brussels menyebut langkah NATO sebagai “rencana bellicose” atau haus perang yang justru memicu ketegangan baru di Arktik. Rusia menuding NATO sengaja menciptakan ancaman semu untuk membenarkan agenda anti-Rusia dan anti-Cina di wilayah kutub tersebut.
Dinamika ini menunjukkan bahwa Greenland kini bukan lagi sekadar pulau es yang tenang, melainkan pusat “papan catur” geopolitik dunia yang melibatkan kekuatan besar militer global.