finnews.id – Nama Dita Soedarjo menjadi salah satu representasi perempuan muda Indonesia yang berhasil membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk memimpin bisnis berskala internasional. Di tengah dominasi pengusaha senior, Dita tampil sebagai sosok visioner yang dipercaya memegang kendali Häagen-Dazs Indonesia, merek es krim super premium kelas dunia.
Namun, perjalanan Dita bukan sekadar cerita tentang anak konglomerat. Ia adalah contoh nyata bahwa kesempatan besar harus diimbangi dengan kerja keras, keberanian mengambil tanggung jawab, dan komitmen untuk terus belajar.
Tumbuh dengan Kesadaran Akan Tanggung Jawab
Lahir dari keluarga pebisnis, Dita sejak awal menyadari bahwa latar belakang bukanlah jaminan kesuksesan. Justru, menurutnya, itu adalah tanggung jawab moral untuk membuktikan kemampuan diri. Ia memilih untuk membekali dirinya dengan pendidikan internasional di Fashion Institute of Design & Merchandising (FIDM), Los Angeles, agar memiliki sudut pandang global dan pemahaman industri yang kuat.
Pengalaman hidup mandiri di luar negeri membentuk karakter Dita menjadi pribadi yang disiplin, terbuka, dan berani keluar dari zona nyaman—nilai yang kelak sangat berguna dalam dunia bisnis.
Memimpin di Usia Muda, Menjawab Keraguan dengan Prestasi
Kepercayaan besar datang ketika Dita dipercaya memimpin Häagen-Dazs Indonesia di usia yang relatif muda. Tantangan pun tak terhindarkan: ekspektasi tinggi, sorotan publik, serta keraguan terhadap kepemimpinannya.
Namun alih-alih terintimidasi, Dita memilih untuk fokus pada pembuktian melalui kerja nyata. Ia terlibat langsung dalam strategi pemasaran, pengembangan brand experience, hingga memastikan Häagen-Dazs tetap relevan bagi generasi muda Indonesia.
Di bawah kepemimpinannya, Häagen-Dazs Indonesia berkembang sebagai simbol gaya hidup premium, bukan sekadar produk es krim. Ini menunjukkan bahwa kepemimpinan bukan soal usia, melainkan visi dan konsistensi.
Berani Membangun Mimpi Sendiri
Tak berhenti di bisnis keluarga, Dita juga membangun usahanya sendiri di bidang fashion dan kecantikan. Ia mendirikan beberapa brand yang mencerminkan karakter dirinya: independen, elegan, dan modern.