Home Sports Senegal vs Mesir: Mane Lagi-lagi Jadi Mimpi Buruk Mo Salah
Sports

Senegal vs Mesir: Mane Lagi-lagi Jadi Mimpi Buruk Mo Salah

Bagikan
Salah dan Mane, Image: @scholesphotography / Instagram
Bagikan

IKNPOS.ID – Afcon 2025 kembali menghadirkan momen pahit bagi Mohamed Salah saat Mesir dikalahkan Senegal 1-0 pada babak semi-final di Grand Stade de Tangier, Maroko. Kekalahan ini menegaskan dominasi Sadio Mane atas rekan setim lamanya di Liverpool, sekaligus menunda ambisi Salah meraih gelar Piala Afrika yang telah lama dinantikan sejak terakhir kali Mesir juara pada 2010.

Dominasi Mane di Panggung Afcon

Sadio Mane tampil sebagai penentu dalam laga ini dengan golnya yang dicetak pada menit ke-78, memastikan Senegal melaju ke final. Ini bukan pertama kalinya Mane menjadi mimpi buruk bagi Salah di ajang internasional. Pada final Afcon 2021, Mane juga menjadi pahlawan bagi Senegal dengan mencetak penalti penentu kemenangan atas Mesir. Beberapa bulan kemudian, pada kualifikasi Piala Dunia 2022, Mane kembali membawa Senegal unggul melalui penalti, sementara Salah gagal memanfaatkan kesempatan di babak adu penalti.

Mane sendiri mengakui kesulitan yang dialami Salah. Ia menyatakan kepada BBC World Service, “Ini tidak mudah bagi dia – tapi tetap yang terbaik untuknya. Dia melakukan semua yang bisa untuk membawa timnya sejauh ini. Sayangnya, salah satu dari kami harus kalah.” Pernyataan ini menegaskan rivalitas sengit di antara dua pemain bintang tersebut yang terus berlanjut di level internasional.

Kekecewaan Mohamed Salah

Bagi Salah, kekalahan ini merupakan pukulan emosional. Pemain Liverpool itu dikenal telah meraih hampir semua gelar di level klub, termasuk dua kali juara Premier League dan Champions League. Namun, gelar Afcon masih menjadi target utama yang belum tercapai. Setelah membawa Mesir mengalahkan Pantai Gading di perempat-final, Salah menunjukkan performa terbaiknya dan menikmati pengalaman turnamen. Sayangnya, ketergantungan tim terhadap momen individual dari Salah atau Omar Marmoush membuat Mesir kesulitan melawan pertahanan disiplin Senegal.

Pemain berusia 33 tahun ini pun mengungkapkan rasa frustrasinya: “Tidak ada orang, bahkan di Mesir, yang ingin memenangkan trofi ini lebih dari saya.” Kekalahan ini menambah daftar panjang momen pahit Salah di Piala Afrika, menyusul kekalahan di final 2017 dan 2021.

Perspektif Para Legenda

Pendapat para legenda sepak bola juga menyoroti situasi ini. John Obi Mikel, mantan gelandang Nigeria dan Chelsea, menilai Salah tetap memiliki waktu untuk mencoba lagi. “Dia telah menunggu momen ini. Kita semua penggemar Mo Salah. Dia telah memenangkan semua di level klub, tapi semua orang ingin dia memenangkan gelar ini. Sekarang dia perlu kembali ke Liverpool dan melanjutkan kariernya,” ujarnya.

Sementara itu, mantan gelandang Maroko Hassan Kachloul mengingatkan bahwa kesempatan Salah tidak akan selamanya terbuka. “Dia tidak akan berhenti sampai mendapatkan penghargaan. Dia akan bermain lagi dalam dua tahun dan mencoba fokus pada turnamen berikutnya. Jika tidak, ini bisa menjadi gelar yang terlewat karena kesempatan tidak banyak,” kata Kachloul.

Apa Selanjutnya untuk Salah dan Mesir

Mesir akan menghadapi Nigeria dalam laga perebutan tempat ketiga, sebelum Salah kembali ke Liverpool untuk melanjutkan kariernya di level klub. Kekalahan dari Senegal ini menegaskan pola lama Mesir di era Salah, yakni terlalu mengandalkan kreativitas individu tanpa distribusi serangan yang merata. Momen ini juga menjadi pengingat bahwa meski Salah adalah ikon Mesir, keberhasilan tim tidak selalu sejalan dengan performa pemain bintang.

Dengan usia yang semakin matang dan masa depan di Liverpool yang belum pasti, kemungkinan ini bisa menjadi salah satu kesempatan terakhir Salah untuk meraih gelar Afcon sebagai pemain inti di puncak kariernya. Namun, warisan Salah sebagai salah satu pemain terbesar Mesir tetap terjamin, meski trofi Piala Afrika masih menjadi hal yang harus ia perjuangkan di masa depan.

Kesimpulan

Pertandingan Senegal vs Mesir di Afcon 2025 menunjukkan bahwa rivalitas Mane dan Salah masih menjadi sorotan utama sepak bola Afrika. Mane kembali menegaskan dominasi atas Salah di level internasional, sementara Mesir harus menunda ambisi mereka. Bagi Salah, perjalanan untuk meraih gelar Afcon tetap terbuka, tetapi setiap turnamen berikutnya akan menjadi semakin krusial untuk melengkapi karier gemilangnya di kancah internasional.

Referensi

  1. Afcon 2025: Sadio Mane and Senegal get the better of Mohamed Salah again – BBC News

  2. High drama as Senegal defeat Egypt to reach Afcon 2025 final – Reuters

  3. Mohamed Salah still chasing elusive Africa Cup glory – The Guardian

  4. Mane continues to haunt Salah on international stage – ESPN

Bagikan
Artikel Terkait
Alwi Farhan
Sports

Skuad dan Jadwal Tim Thomas dan Uber Cup 2026: Indonesia Siap Berburu Gelar di Denmark

finnews.id – Turnamen bulutangkis beregu paling bergengsi di dunia, Thomas Cup 2026...

Sports

Jadwal dan Siaran Final Piala AFF Futsal 2026: Misi Indonesia Hancurkan Dominasi Thailand

finnews.id- Timnas Futsal Indonesia bersiap menghadapi ujian terberat sekaligus pembuktian supremasi di...

Sports

Prediksi Skor Real Madrid vs Bayern Munchen: Duel Klasik Penguasa Eropa di Liga Champions

finnews.id – Pertandingan Real Madrid vs Bayern Munchen sangat dinanti-nanti bagi pecinta...

Sports

Prediksi Skor Inter Milan vs AS Roma: Misi Nerazzurri Kunci Scudetto di Tengah Krisis Giallorossi

finnews.id – Perburuan gelar juara Liga Italia memasuki fase krusial pada pekan...