finnews.id – Niat hati merayakan syukuran sebelum berangkat ke Tanah Suci, namun berakhir duka di atas awan. Kisah nyata seorang jemaah haji yang wafat di pesawat akibat kelelahan ekstrem menjadi alarm keras bagi calon jemaah haji 1447 H/2026 M.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kini mengeluarkan peringatan tegas: Walimatus Safar tidak boleh menjadi “beban maut” bagi fisik jemaah.
Wafat akibat Kelelahan Ekstrem
Kepala Pusat Kesehatan Haji, Liliek Marhaendro Susilo, membagikan kisah memilukan yang seharusnya tidak terulang. Seorang jemaah dilaporkan pingsan dan meninggal dunia di dalam pesawat akibat kondisi tubuh yang drop total.
Setelah ditelusuri, faktanya mengejutkan: Jemaah tersebut menggelar open house walimatus safar selama tujuh hari tujuh malam tanpa henti.
“Sangat kelelahan karena menerima tamu seminggu penuh. Saat di pesawat, untuk ke toilet pun tidak sempat karena sudah tidak berdaya. Ini yang kami takutkan,” ungkap Liliek.
Aturan H-7: Masa “Cooling Down” adalah Harga Mati
Belajar dari tragedi tersebut, Kemenkes mewajibkan jemaah memiliki masa tenang sebelum berangkat. Walimatus safar atau hajatan pelepasan diminta dilakukan jauh-jauh hari.
Batas Maksimal: H-7 sebelum masuk embarkasi, semua acara sosial harus tuntas.
Status Hukum: Kemenkes mengingatkan bahwa walimatus safar adalah tradisi, bukan rukun atau wajib haji.
Tujuan: Memastikan jemaah memiliki waktu satu minggu penuh untuk istirahat total (total rest).
Checklist 7 Hari Menuju Keberangkatan
Agar stamina tetap prima saat menghadapi cuaca ekstrem di Arab Saudi, jemaah disarankan beralih fokus pada:
- Mengurangi aktivitas sosial dan kunjungan tamu
- Menjaga pola tidur cukup dan teratur
- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang
- Melakukan aktivitas ringan saja
- Fokus pada persiapan pribadi yang penting
Sehat Syarat Utama Haji Mabrur
Haji adalah ibadah fisik. Jika energi sudah “habis” di tanah air karena melayani tamu, risiko jatuh sakit saat tawaf atau wukuf akan meningkat drastis. Prioritas utama jemaah adalah menginjakkan kaki di Baitullah dalam kondisi bugar, bukan sekadar memenuhi ekspektasi sosial di kampung halaman.
Kemenkes mengimbau keluarga dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) untuk lebih bijak dan tidak memaksakan agenda seremonial yang melelahkan bagi jemaah, terutama yang sudah lanjut usia.