finnews.id – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hingga kini belum mengambil keputusan terkait kenaikan tarif Transjakarta. Ia memastikan, pembahasan soal tarif masih belum dilakukan secara khusus.
“Untuk hal yang berkaitan dengan Transjakarta, memang belum ada pembahasan secara khusus mengenai naik atau tidak naik,” ujar Pramono saat ditemui di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Minggu.
Pramono menjelaskan, keputusan terkait penyesuaian tarif bus Transjakarta yang saat ini sebesar Rp3.500 akan diumumkan secara resmi pada waktu yang tepat. Ia menegaskan, pemerintah tidak ingin terburu-buru mengambil kebijakan yang berdampak langsung pada masyarakat.
“Sedangkan untuk tarif transportasi, terutama Transjakarta, pada saatnya akan saya umumkan sendiri,” katanya.
Sebelumnya, isu kenaikan tarif mencuat seiring pembahasan anggaran subsidi Transjakarta. Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Pembangunan dan Tata Kota, Nirwono Yoga, mengungkapkan bahwa subsidi Transjakarta dalam APBD murni 2026 disepakati sebesar Rp3,7 triliun. Angka ini lebih rendah dibandingkan realisasi anggaran 2025 yang mencapai sekitar Rp4,1 triliun.
Padahal, untuk menjaga kualitas dan tingkat layanan Transjakarta agar tetap sama seperti tahun 2025, dibutuhkan anggaran sekitar Rp4,8 triliun.
“Kalau anggarannya hanya Rp3,7 triliun, maka ada dua pilihan: layanannya menurun atau layanan berhenti di tengah tahun. Tentu ini tidak kita inginkan,” ujar Nirwono, Kamis (8/1).
Ia menambahkan, kekurangan anggaran sekitar Rp1,1 triliun akan diusulkan melalui APBD Perubahan. Dengan langkah tersebut, layanan Transjakarta diharapkan tetap berjalan optimal hingga akhir tahun 2026 tanpa mengorbankan kenyamanan dan kebutuhan masyarakat.