Home News Fenomena Lubang Raksasa di Limapuluh Kota: Badan Geologi Ungkap Pemicu Amblesan Tanah
News

Fenomena Lubang Raksasa di Limapuluh Kota: Badan Geologi Ungkap Pemicu Amblesan Tanah

Bagikan
Fenomena sinkhole Limapuluh Kota
Warga Kabupaten Limapuluh Kota dihebohkan dengan kemunculan lubang raksasa di lahan pertanian. Badan Geologi jelaskan penyebab teknis fenomena sinkhole ini.Foto:IST
Bagikan

Finnews.id – Warga di kawasan pertanian Pombatan, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak gempar akibat kemunculan lubang raksasa atau sinkhole secara misterius. Peristiwa amblasnya tanah di lahan pertanian milik warga ini terjadi sejak 4 Januari 2026 dan membentuk lubang berdiameter sekitar 20 meter dengan kedalaman mencapai 15 meter.

Amblesan ini muncul secara tiba-tiba dan langsung memutus akses produktivitas lahan pertanian di Jorong Tepi tersebut. Mengantisipasi kekhawatiran masyarakat, tim dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) segera turun ke lokasi untuk melakukan kajian teknis guna mencari penyebab pastinya.

Bukan Akibat Batu Gamping

Pelaksana tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, memberikan klarifikasi bahwa fenomena ini berbeda dengan sinkhole pada umumnya. Jika biasanya lubang raksasa terbentuk karena runtuhan batu gamping, peristiwa di Limapuluh Kota justru terjadi akibat proses “erosi buluh” atau pengikisan tanah oleh aliran air bawah permukaan.

Tim ahli menemukan bahwa lokasi kejadian berada di atas endapan lapukan batuan vulkanik berupa tuf batu apung. Lapisan batuan ini memiliki tekstur halus dan mengandung mineral lempung. Di bawah lapisan tersebut, terdapat batu gamping malihan yang bersifat kedap air, sehingga menahan aliran air dan justru menggerus lapisan tanah di atasnya secara perlahan.

Faktor Hujan dan Sistem Irigasi

Selain struktur batuan, intensitas curah hujan yang tinggi di wilayah tersebut turut mempercepat bencana ini. Curah hujan yang mencapai 2.000 hingga 2.500 milimeter per tahun memperderas aliran air bawah permukaan yang membentuk rongga.

Secara teknis, amblasnya tanah diawali oleh kemunculan rekahan kecil di permukaan yang menjadi jalan masuk air ke dalam tanah.

“Lama-kelamaan, air membentuk rongga bawah permukaan hingga akhirnya tanah di bagian atas tidak lagi mampu menahan beban dan runtuh,” jelas Lana dalam keterangannya, Jumat 9 Januari 2026.

Imbauan dan Rekomendasi Keamanan

Badan Geologi mengingatkan bahwa fenomena serupa berpotensi terjadi di lokasi pertanian lain yang memiliki kondisi geologi serupa, terutama pada lahan dengan sistem irigasi yang kurang tertata. Masyarakat diminta tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan jika melihat adanya retakan tanah yang terus membesar.

Sebagai langkah penanganan, Badan Geologi merekomendasikan agar lubang yang sudah terbentuk dipagari demi keamanan. Selain itu, warga dapat memanfaatkan lubang tersebut sebagai wadah penyimpanan air atau embung setelah dilakukan penguatan di sekelilingnya agar tidak membahayakan aktivitas warga sekitar.

Bagikan
Written by
Lina Setiawati

Bergabung dengan FIN CORP di 2024, Lina Setiawati membawa pengalaman jurnalistik lebih dari dua dekade sejak tahun 2000. Spesialisasinya mencakup analisis berita olahraga, dinamika politik, hukum, kriminal, serta peristiwa nasional terkini.

Artikel Terkait
News

Apriasi Satgas PKH, Prabowo: Selamatkan Aset Rp370 Triliun, Setara 10 Persen APBN

finnews.id – Presiden Prabowo Subianto mengungkap capaian besar pemerintah dalam mengamankan kekayaan...

News

Menkeu Purbaya Sebut Gaji ke-13 ASN 2026 Masih Dikaji, Sinyal Tak Cair?

finnews.id – Pemerintah belum memastikan pencairan gaji ke-13 bagi Aparatur Sipil Negara...

News

Misteri Pengadaan 21.801 Motor Listrik BGN yang Anggarannya Ditolak Menkeu

finnews –Isu pengadaan puluhan ribu motor listrik oleh Badan Gizi Nasional (BGN)...

News

Herlangga Wisnu Resmi Jadi Plh Kajari Karo, Ditunjuk Langsung Kajati Sumut

finnews.id – Herlangga Wisnu Murdianto resmi ditunjuk sebagai Pelaksana Harian (Plh) Kepala...