finnews.id – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bakal membongkar tiang monorel yang mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan dan kawasan Senayan, Jakarta Pusat pada bulan ini.
Pramono menerangkan, proses pembongkaran tiang monorel mangkrak tersebut pada pekan ketiga bulan Januari 2026.
Sekedar informasi, proyek Monorel Jakarta pengerjaannya mangkrak sejak 2007.
Puluhan tiang yang sudah terbangun dibiarkan beridiri tanpa fungsi selama hampir 20 tahun di di kawasan premium Jakarta.
Selain merusak estetika kota, keberadaan tiang monorel mangkrak tersebut mempersempit jalur lalu lintas di kawasan Rasuna Said dan Senayan.
“Minggu ketiga Januari mulai,” tegas Pramono di kawasan Kemang, Jakarta Selatan pada Senin, 5 Januari 2026.
Pramono menjelaskan, pihaknya telah bersurat PT Adhi Karya selaku penanggungjawab proyek terkait tindak lanjut pembongkaran.
Dalam surat itu Pramono memberikan tenggat waktu satu bulan untuk pembongkaran.
Namun kata Pramono, hingga lewat tenggat waktu, PT Adhi Karya tidak kunjung mengerjakan pembongkaran.
“Kami sudah mengeluarkan surat, sudah kita kasih batas waktu satu bulan. Kalau tidak bisa mereka melakukan, kami akan melakukan sendiri,” tegasnya.
Sebelumnya Pramono pernah berkata jika anggaran pembongkaran tiang pancang tersebut akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Namun Pramono tidak mengungkapkan berapa anggaran yang dibutuhkan untuk membongkar tiang beton tersebut.
“(Anggarannya) tanyakan kepada Dinas Bina Marga ya,” pungkas Mas Pram sapaan akrabnya.
Adapun rencananya setelah pembongkaran, Pramono akan melakukan penataan kawasan Rasuna Said.
Penataan berupa pelebaran jalan sebagai upaya memerangi kemacetan di kawasan tersebut.
Cahyono (Disway)