finnews.id – Kabar mengejutkan datang dari panggung Serie A Italia pekan ini. Raksasa ibu kota, AS Roma, harus menelan pil pahit dalam misi mereka mengamankan tiket Liga Champions musim depan. Bertandang ke markas Atalanta, skuat asuhan Giallorossi terpaksa pulang dengan tangan hampa setelah takluk tipis 0-1 di New Balance Arena pada Minggu dini hari WIB (4/1/2026).
Kekalahan ini bukan sekadar kehilangan tiga poin biasa. Dampaknya sangat fatal bagi posisi mereka di tabel klasemen sementara Liga Italia 2025/26. Akibat hasil minor ini, Roma harus rela melepaskan posisi empat besar yang selama ini mereka tempati dengan susah payah.
Giorgio Scalvini Jadi Mimpi Buruk Roma di Bergamo
Atalanta memulai laga dengan intensitas tinggi di depan pendukung setianya. Gol tunggal yang menjadi pembeda dalam duel sengit ini lahir dari kaki bek muda berbakat, Giorgio Scalvini. Gol tersebut tercipta pada babak pertama dan bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
Meski Roma mencoba membalas, solidnya pertahanan La Dea membuat Paulo Dybala dan kolega frustrasi sepanjang 90 menit. Kemenangan ini membawa angin segar bagi Atalanta yang kini merangkak naik ke posisi kedelapan dengan koleksi 25 poin dari 18 pertandingan. Sebaliknya, awan mendung menyelimuti kubu Roma yang harus memulai tahun 2026 dengan hasil yang jauh dari harapan.
Klasemen Memanas: Juventus Geser Roma ke Peringkat Lima
Perubahan drastis terjadi di papan atas klasemen Serie A. Kekalahan ini membuat AS Roma turun ke peringkat kelima klasemen sementara. Ironisnya, mereka memiliki poin yang sama dengan Juventus, yakni 33 poin. Namun, Si Nyonya Tua berhak menempati posisi keempat karena unggul dalam produktivitas gol.
Situasi ini tentu memicu alarm bahaya bagi manajemen Roma. Kehilangan posisi di zona Liga Champions berarti kerugian finansial yang besar dan tekanan moral bagi para pemain. Kini, Roma tidak punya pilihan lain selain tampil sempurna di laga-laga berikutnya jika tidak ingin tertinggal lebih jauh dalam perburuan Scudetto maupun tiket Eropa.
Drama VAR Warnai Jalannya Pertandingan
Laga ini sebenarnya berjalan sangat terbuka sejak menit awal. Roma hampir saja unggul cepat pada menit ke-7. Berawal dari blunder Ederson saat melakukan backpass, Paulo Dybala berhasil memotong bola dan mengirim umpan matang kepada Evan Ferguson. Sial bagi Roma, tembakan pemain Irlandia itu masih bisa diblok kiper tangguh Marco Carnesecchi, dan upaya bola muntahnya pun dihalau Sead Kolasinac tepat di garis gawang.
Asyik menyerang, gawang Mile Svilar justru bobol di menit ke-12. Lewat skema sepak pojok, Scalvini muncul sebagai pemecah kebuntuan. Wasit sempat meninjau Video Assistant Referee (VAR) untuk melihat adanya potensi pelanggaran terhadap kiper, namun akhirnya gol tetap disahkan. Skor 1-0 untuk tuan rumah.
Drama kembali terjadi pada menit ke-28 saat Gianluca Scamacca mencetak gol sundulan indah. Stadion sempat bergemuruh sebelum akhirnya sunyi setelah VAR menganulir gol tersebut karena sang striker sudah berdiri dalam posisi offside sebelum menerima umpan silang.
Upaya Sia-sia Evan Ferguson di Babak Kedua
Memasuki interval kedua, Roma langsung tancap gas. Pelatih mencoba mengubah strategi untuk menembus tembok beton Atalanta. Peluang emas kembali didapatkan Evan Ferguson pada menit ke-50. Sang penyerang melepaskan tembakan keras yang memaksa Carnesecchi melakukan penyelamatan spektakuler dengan satu tangan.
Hingga menit-menit akhir, Roma terus mengurung pertahanan Atalanta. Namun, koordinasi lini belakang tuan rumah yang dipimpin Djimsiti tampil tanpa celah. Justru di masa injury time, Atalanta hampir menggandakan keunggulan lewat Krstovic. Beruntung bagi Roma, Mile Svilar masih cukup sigap untuk mencegah kekalahan yang lebih telak.
Susunan Pemain Kedua Tim
Atalanta: Carnesecchi; Scalvini (Hien 59′), Djimsiti, Kolasinac (Ahanor 26′); Zappacosta, De Roon, Ederson (Maldini 72′), Bernasconi; De Ketelaere, Zalewski (Musah 60′); Scamacca (Krstovic 72′)
AS Roma: Svilar; Mancini, Ziolkowski (Wesley 46′), Hermoso; Celik, Cristante, Kone (Pisilli 83′), Rensch (Tsimikas 60′), Soule (El Shaarawy 66′), Dybala; Ferguson (Dovbyk 60′)
Hasil ini menjadi pelajaran berharga bagi Roma bahwa efektivitas di depan gawang jauh lebih penting daripada sekadar penguasaan bola. Akankah Roma mampu kembali ke empat besar pekan depan? (*)