finnews.id – Bencana alam yang melanda Sumatra beberapa waktu lalu, tak hanya berdampak pada manusia dan tumbuhan, hewan ternak juga terkena imbas dari banjir bandang dan tanah longsor.
Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat, 778.922 hewan ternak yang terdiri atas sapi, unggas hingga babi terdampak bencana yang menerpa sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Menyikapi terdampaknya ratusan ribu hewan ternak tersebut, Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono, menegaskan negara akan hadir menangani ternak yang terdampak bencana di Sumatra.
Kementerian Pertanian akan melakukan pendataan menyeluruh sebagai langkah awal penanganan untuk pemulihan berkelanjutan bagi peternak setempat.
Sudaryono juga menyampaikan, Kementerian Pertanian mengidentifikasi seluruh jenis ternak terdampak meliputi sapi, kambing, hingga ayam untuk memastikan kebutuhan bantuan sesuai kondisi lapangan, serta mencegah kerugian lebih besar pada wilayah bencana Sumatera terdampak luas.
“Kita identifikasi semua, ternak ayam, sapi, kambing, kita identifikasi. Ya, kita kan dari sisi peternakan, kita juga ada program yang nanti kita bantu setelah pemulihan, namanya pemulihan pascabencana gitu,” kata Sudaryono, Sabtu, 3 Januari 2025, dikutip Antara.
Penyaluran Bantuan Dilakukan Setelah Penanganan Kedaruratan
Ia menyampaikan pihaknya masih melakukan pendataan di lapangan, sementara penyaluran bantuan akan dilakukan setelah tahap penanganan kedaruratan selesai dilaksanakan secara menyeluruh.
Adapun berdasarkan data Kementan per 31 Desember 2025, yang dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Sabtu, kementerian itu mencatat 778.922 hewan ternak yang terdampak itu meliputi ternak sapi dan kerbau sebanyak 38.393 ekor dengan sebaran terbesar berada di Aceh mencapai 36.337 ekor, disusul Sumatera Utara 1.641 ekor dan Sumatera Barat 415 ekor.
Untuk ternak kambing dan domba, total terdampak mencapai 113.325 ekor, didominasi Aceh sebanyak 110.159 ekor, Sumatera Utara 3.017 ekor, serta Sumatera Barat 149 ekor.