finnews.id – DM, dosen yang mengajar di Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP). Hal ini menyusul pengakuan salah satu mahasiswi yang tewas tergantung, AEMM (21).
Korban meninggalkan sepucuk surat yang berisi pengakuannya telah menerima pelecehan seksual dari si DM. AEMM ditemukan gantung diri di kamar indekosnya pada Selasa (30/12)., setelah mengalami trauma akibat dugaan kekerasan tersebut.
Dalam surat yang ditulis oleh AEMM beberapa hari sebelum kematiannya, terungkap berbagai indikasi kekerasan seksual serta ancaman yang mengarah pada pengurangan nilai akademiknya. Selain itu, terdapat pula potongan percakapan di grup WhatsApp yang menunjukkan ancaman dari DM, di mana dia mengancam akan mengubah nilai AEMM jika tidak memenuhi permintaannya.
Pernah Dilaporkan Tapi Tak Terima Sanksi
Perbuatan DM tampaknya bukanlah hal baru, melainkan sudah terjadi sebelumnya. Hal ini terungkap melalui unggahan sejumlah mahasiswi dan alumni FIPP Unima yang kini berani menyuarakan pengalaman mereka di media sosial.
“Perbuatan mner Danny (DM) ini sudah lama, dia ancam ubah nilai kami jika tidak mengikuti keinginannya,” ungkap salah satu alumni FIPP Unima dalam sebuah video pendek yang diunggah di media sosial.
Selain video tersebut, komentar dari para mahasiswi dan alumni di platform media sosial juga menunjukkan bahwa aksi DM telah berlangsung lebih dari sepuluh tahun. Mereka merasa bahwa tindakan DM seolah-olah terlindungi oleh pihak kampus.
“Sudah dari sepuluh tahun lalu, pernah dilaporkan, namun tidak ada sanksi yang tegas,” tulis alumni lainnya, menegaskan bahwa meskipun sudah ada laporan, tidak ada tindakan nyata yang diambil untuk menghentikan perilaku tersebut.
Hal ini tentunya perlu ditangani lebih serius sehingga potensi hal buruk serupa bisa diminimalisir.
Saat ini, kasus tersebut sedang ditangani
Polda Sulut sedangkan berdasarkan keterangan yang telah dihimpun pihak Redaksi, Oknum dosen bersangkutan sudah dinonaktifkan dari UNIMA.