Menurut kelompok HAM, penggunaan hukuman mati dalam jumlah besar berpotensi merusak reputasi global Saudi. Terutama di tengah upaya menarik investasi dan wisatawan mancanegara.

Demi Keamanan dan Ketertiban Umum

Meski menuai kecaman, pemerintah Saudi menegaskan bahwa hukuman mati tetap dianggap perlu untuk menjaga stabilitas nasional dan melindungi masyarakat dari dampak kejahatan serius.

Di sisi lain, kerajaan saat ini tengah menggelontorkan investasi besar di sektor pariwisata, hiburan, dan olahraga internasional.

Termasuk persiapan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034, sebagai bagian dari diversifikasi ekonomi nonmigas.

Bagi Riyadh, modernisasi ekonomi tidak berarti mengendurkan kebijakan hukum yang dianggap krusial bagi ketertiban publik.