finnews.id – Chelsea saat ini sedang mencari manajer baru setelah kepergian Enzo Maresca dari kursi kepelatihan klub. Bursa calon pelatih kepala tengah berjalan, dan nama Liam Rosenior, manajer Strasbourg, muncul sebagai kandidat terdepan untuk mengambil alih posisi tersebut. Proses penggantian ini menjadi sorotan besar di media olahraga internasional karena berpengaruh pada arah permainan dan strategi klub London Barat di sisa musim ini.
Latar Belakang Kepergian Enzo Maresca
Enzo Maresca meninggalkan Chelsea pada awal Januari 2026 setelah kurang dari dua tahun menjabat sebagai pelatih kepala. Keputusan ini muncul di tengah menurunnya performa tim dan ketegangan internal antara Maresca dan manajemen klub. Chelsea menyatakan mereka sedang mengevaluasi pilihan pengganti pelatih dengan pengumuman yang diperkirakan akan dilakukan dalam beberapa hari setelah kepergiannya.
Selama masa jabatan Maresca, Chelsea mengalami hasil yang beragam di liga domestik maupun kompetisi Eropa, meskipun sempat meraih beberapa prestasi di musim sebelumnya. Keputusan klub untuk berpisah menekankan kebutuhan menemukan figur yang mampu menyatukan skuad dan menjaga stabilitas taktik di sisa musim.
Liam Rosenior Sebagai Kandidat Utama
Liam Rosenior, manajer saat ini dari Strasbourg, dilaporkan menjadi kandidat utama untuk posisi pelatih Chelsea berikutnya. Rosenior muncul sebagai favorit karena beberapa faktor kunci, termasuk rekam jejak manajerial yang solid dan kemampuannya mengembangkan pemain muda.
Hubungan Kepemilikan dan Dukungan Internal
Salah satu faktor yang mendukung Rosenior adalah hubungan klubnya dengan Chelsea. Strasbourg dimiliki oleh konsorsium investasi yang sama, BlueCo, yang juga menjadi pemilik Chelsea sejak 2022. Hubungan kepemilikan ini mempermudah kemungkinan Rosenior untuk bergabung dengan Chelsea dibanding kandidat lain. Dukungan internal yang kuat di struktur klub menempatkannya sebagai calon realistis yang layak.
Reputasi dan Jejak Karier
Rosenior berusia awal 40-an dan memiliki pengalaman manajerial sejak memimpin Hull City sebelum menangani Strasbourg. Di Strasbourg, ia mendapatkan pujian atas gaya permainan timnya yang agresif dan kemampuan mengembangkan pemain muda. Keberhasilan ini membuat Chelsea mempertimbangkannya sebagai figur yang mampu menjaga kesinambungan strategi permainan serta menstabilkan ruang ganti.