finnews.id – Algeria menunjukkan dominasinya meski tanpa kapten dan bintang utama mereka, Riyad Mahrez, dengan menaklukkan Equatorial Guinea 3-1 di Rabat. Kemenangan ini menjadikan Algeria tim kedua setelah Nigeria yang berhasil menang di ketiga pertandingan grup mereka pada Piala Afrika 2025. Strategi pelatih Vladimir Petkovic yang melakukan sembilan perubahan susunan pemain dari laga sebelumnya terbukti efektif, dengan Anis Hadj Moussa tampil sebagai pengganti yang memukau di sisi kanan serangan.
Peran Anis Hadj Moussa Menjadi Kunci Kemenangan
Moussa memperlihatkan kelincahan dan trik individu yang membuat lini pertahanan Equatorial Guinea kewalahan. Ia menjadi sorotan utama ribuan pendukung Algeria yang memenuhi stadion modern tersebut. Aksi Moussa tidak hanya menghibur, tetapi juga berbuah gol. Corner yang ia kirimkan dimanfaatkan oleh bek Zineddine Belaid untuk mencetak gol pembuka. Tidak berhenti di situ, Moussa kembali memberikan assist kepada Ibrahim Maza, yang berhasil memanfaatkan ruang kosong di pertahanan lawan untuk menanduk bola ke gawang, membawa Algeria unggul 3-0.
Di sisi lain, Fares Chaibi yang bermain di sayap kiri juga memanfaatkan kelemahan pertahanan lawan dengan menembakkan bola tinggi ke gawang setelah menyingkirkan bek lawan. Kecepatan dan kreativitas kedua pemain ini menjadi bukti bahwa Algeria mampu tampil efektif meski Mahrez absen.
Kegigihan Equatorial Guinea dan Satu Gol Indah
Equatorial Guinea mencoba memberikan perlawanan, meski hasilnya tidak optimal. Tim yang sebelumnya kalah di dua laga grup awal ini kesulitan menghadapi tekanan Algeria. Kapten mereka, Emilio Nsue, harus turun jauh untuk menginstruksikan rekan-rekannya meningkatkan intensitas permainan. Usahanya membuahkan satu gol spektakuler di menit ke-50, saat ia melepaskan tembakan jarak jauh yang membobol gawang Algeria. Gol tersebut menjadi satu-satunya momen nyata dari kualitas tim National Thunder selama pertandingan.
Persiapan Algeria untuk Babak 16 Besar
Pelatih Vladimir Petkovic berhasil membentuk tim yang bekerja keras dan kompak. Pemain pengganti menunjukkan determinasi tinggi untuk menarik perhatian pelatih menjelang laga babak 16 besar melawan DR Congo, yang akan berlangsung kembali di stadion ini pada 6 Januari. Kombinasi pengalaman dan energi muda membuat Algeria terlihat solid dalam penguasaan bola dan serangan cepat, yang kemungkinan akan menjadi kunci sukses mereka di fase knockout.
Kemenangan 3-1 ini juga menegaskan dominasi Algeria dalam grup mereka, sekaligus memberikan sinyal bahwa tim ini mampu tampil maksimal tanpa mengandalkan Mahrez. Strategi rotasi pemain, pemanfaatan sayap, dan efektivitas dalam mencetak gol menunjukkan fleksibilitas tim serta kesiapan mereka menghadapi lawan yang lebih tangguh di babak selanjutnya.
Kesimpulan
Algeria membuktikan bahwa kekuatan mereka tidak hanya terletak pada bintang utama, tetapi juga pada kedalaman skuad dan kemampuan adaptasi pelatih. Kemenangan atas Equatorial Guinea menjadi bukti kesiapan Les Fennecs untuk melangkah jauh di Piala Afrika 2025. Pemain pengganti seperti Anis Hadj Moussa dan Ibrahim Maza berhasil menunjukkan kualitas mereka, sementara lini pertahanan dan serangan Algeria tampil harmonis sepanjang pertandingan.
Referensi: