Home Lifestyle Hasil Riset: Kotoran Telinga Berpotensi Jadi Alat Diagnosis Kesehatan Masa Depan
Lifestyle

Hasil Riset: Kotoran Telinga Berpotensi Jadi Alat Diagnosis Kesehatan Masa Depan

Bagikan
Kotoran Telinga, Image: Zoo391711 / Pixabay
Bagikan

finnews.id – Selama ini pemeriksaan kesehatan modern sebagian besar mengandalkan darah, urin, dan pencitraan medis. Metode tersebut efektif tetapi tidak selalu memberikan gambaran jangka panjang tentang metabolisme tubuh.

Baru-baru ini para peneliti mulai meneliti sumber biologis yang selama ini diabaikan, yaitu kotoran telinga.

Cerumen yang terbentuk perlahan di saluran telinga menyimpan senyawa kimia yang mencerminkan kondisi tubuh dan berpotensi menjadi alat diagnosis alternatif yang stabil, minim invasif, dan lebih murah.

Kotoran Telinga Sebagai Arsip Kimia Tubuh

Kotoran telinga terbentuk dari campuran sekresi kelenjar seruminosa dan kelenjar sebasea yang bercampur dengan sel kulit mati. Berbeda dengan darah yang selalu diperbarui, cerumen bergerak sangat lambat ke luar telinga sehingga senyawa di dalamnya bisa terakumulasi selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Karakter ini menjadikannya arsip biologis yang menyimpan informasi metabolik tubuh dalam jangka panjang.

Penelitian yang diterbitkan di Journal of Chromatography B menunjukkan bahwa senyawa organik volatil dalam cerumen dapat menjadi indikator metabolisme. Senyawa ini sering sulit dideteksi dalam darah atau urin karena cepat terpengaruh faktor lingkungan seperti makanan, stres, atau obat.

Metabolisme dan Hubungan Dengan Penyakit

Banyak penyakit kronis muncul akibat gangguan metabolisme. Diabetes, kanker, penyakit jantung, serta gangguan saraf seperti Parkinson dan Alzheimer melibatkan perubahan energi sel. Gangguan ini menghasilkan senyawa kimia tertentu yang sulit ditemukan dalam cairan berbasis air, tetapi dapat terkonsentrasi dalam kotoran telinga yang kaya lemak, menurut Frontiers in Chemistry.

Contohnya, pada penyakit genetik maple syrup urine disease, senyawa sotolone yang menyebabkan aroma manis dapat terdeteksi langsung di cerumen. Hal ini memungkinkan diagnosis dini tanpa tes genetik mahal. Selain itu, penelitian menunjukkan cerumen dapat mengandung petunjuk infeksi virus tertentu dan membedakan metabolisme penderita diabetes tipe satu dan dua.

Bagikan
Artikel Terkait
Lifestyle

IKAN ARWANA dalam IMLEK, Kenapa Beken?

finnews.id – Makna Ikan Arwana saat Imlek: Simbol Kekayaan dan Keberuntungan Tertinggi...

Lifestyle

PANTANGAN saat IMLEK: Hindari Kesialan dan Menarik Keberuntungan

finnews.id – Pantangan saat Imlek: Menghindari Kesialan dan Menarik Keberuntungan Imlek adalah...

Lifestyle

DEKORASI PEMBAWA REJEKI, Manjur saat Sambut Imlek

finnews.id – Rekomendasi Dekorasi Rumah yang Bawa Hoki saat Sambut Imlek Imlek...

Lifestyle

Alasan ANGPAO Imlek paling Ditunggu-tunggu

finnews.id – Saat perayaan Imlek, salah satu tradisi yang paling dinanti-nantikan adalah...