Salah satu tantangan utama dalam arus balik adalah penyempitan jalur ketika arus dari beberapa arah bertemu.

Irjen Agus menyoroti titik crossing di Kilometer 66 yang akan menjadi perhatian khusus petugas.

“Arus balik dari lajur dua bertemu lajur empat sehingga kapasitas jalan berkurang. Crossing dari Jawa Barat akan kita kelola secara ketat di KM 66,” tambahnya.

Dengan berbagai simulasi dan perencanaan yang telah disusun, Korlantas Polri menegaskan kesiapan penuh menghadapi segala kemungkinan di lapangan.

Koordinasi lintas instansi juga terus dilakukan untuk memastikan arus balik Nataru berjalan aman, tertib, dan lancar.