Tekanan Diplomatik dan Militer dari Washington
Serangan ini menandai eskalasi serius dalam kebijakan luar negeri AS terhadap Nigeria. Sebelumnya, pemerintahan Trump telah memasukkan Nigeria ke dalam daftar “negara dengan perhatian khusus” terkait kebebasan beragama. Departemen Luar Negeri AS bahkan mulai membatasi visa bagi pejabat Nigeria yang dianggap terlibat dalam pembiaran kekerasan terhadap umat beragama.
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menegaskan kembali komitmen Washington melalui unggahan di media sosial X. Ia menyatakan bahwa militer AS akan selalu siap bertindak untuk menghentikan pembunuhan warga tak berdosa. “ISIS baru saja mengetahuinya malam ini—tepat pada hari Natal. Akan ada serangan susulan,” tulis Hegseth.
Meta Deskripsi: Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke basis ISIS di Nigeria atas perintah Donald Trump. Serangan pada malam Natal ini menyasar kelompok militan Lakurawa.