Home News Waspada! Bibit Siklon 93S Menguat di Samudra Hindia, BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem
News

Waspada! Bibit Siklon 93S Menguat di Samudra Hindia, BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem

Bagikan
Bibit Siklon Tropis 93S
BMKG memantau pergerakan Bibit Siklon Tropis 93S di Samudra Hindia yang bergerak menjauhi RI. Meski menjauh, fenomena ini memicu potensi gelombang tinggi dan cuaca ekstrem.Foto:IG@infobmkg
Bagikan

Finnews.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini terkait pergerakan Bibit Siklon Tropis 93S yang terpantau di Samudra Hindia, sebelah barat daya Jawa Barat.

Meskipun sistem cuaca ini mulai bergerak menjauh dari daratan Indonesia, BMKG memprediksi dampak tidak langsungnya masih akan memengaruhi kondisi cuaca di sejumlah wilayah tanah air dalam 24 jam ke depan.

Berdasarkan analisis terbaru pada Senin 22 Desember 2025 pagi, posisi bibit siklon berada di koordinat 12,3°LS 102,6°BT. Kecepatan angin maksimum di sekitar pusat sirkulasi mencapai 65 km/jam dengan tekanan udara minimum sebesar 998 hPa.

Potensi Peningkatan Menjadi Siklon Tropis Kategori 1

Meskipun aktivitas konvektif sempat menunjukkan penurunan dalam 12 jam terakhir, BMKG melihat adanya peluang besar bibit ini menguat secara perlahan. Para ahli cuaca memprakirakan intensitas sistem 93S akan meningkat pada Senin malam hingga mencapai kategori Siklon Tropis tingkat 1.

Peningkatan ini ditandai dengan munculnya area angin kencang berskala gale force dan storm force di sekitar pusat pusaran. Kecepatan angin diprediksi melonjak hingga 50 knot atau setara 92 km/jam. Bahkan dalam waktu 48 jam ke depan, kekuatan angin berpotensi menyentuh angka 100 km/jam sebelum akhirnya perlahan menurun.

Dampak Gelombang Tinggi di Perairan Indonesia

Pergerakan Bibit Siklon 93S yang mengarah ke barat ini memicu perubahan kondisi laut. BMKG mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku transportasi laut, untuk mewaspadai gelombang kategori sedang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter di beberapa titik, antara lain:

Perairan barat Bengkulu hingga Lampung.

Selat Sunda bagian selatan.

Perairan selatan Pulau Jawa.

Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai hingga Lampung.

Samudra Hindia selatan Pulau Jawa.

Belajar dari Siklon Senyar dan Topan Super

Fenomena siklon tropis memang patut mendapat perhatian serius. Sebelumnya, cuaca ekstrem yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dipicu oleh Siklon Tropis Senyar kategori 1. Meskipun kategori 1 merupakan tingkatan terendah, dampaknya sudah cukup untuk memicu curah hujan ekstrem yang menyebabkan bencana.

Bagikan
Written by
Lina Setiawati

Bergabung dengan FIN CORP di 2024, Lina Setiawati membawa pengalaman jurnalistik lebih dari dua dekade sejak tahun 2000. Spesialisasinya mencakup analisis berita olahraga, dinamika politik, hukum, kriminal, serta peristiwa nasional terkini.

Artikel Terkait
News

Pemerintah Terapkan WFA di Bulan Maret, Ini Jadwal Lengkapnya!

finnews.id – Kabar gembira buat kamu para pejuang korporat dan PNS! Pemerintah...

Cuti Bersama Lebaran 2026 Diumumkan: 20 – 24 Maret
News

Cuti Bersama Lebaran 2026 Diumumkan: 20 – 24 Maret

Finnews.id  – Pemerintah Indonesia telah resmi mengumumkan jadwal cuti bersama untuk Aparatur...

News

Dino Patti Djalal Nilai Keterlibatan RI di BoP sebagai Langkah Eksperimental

finnews.id – Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI Dino Patti Djalal menilai...

News

Rencananya sih Naik, Update Besaran Gaji PNS dan Pensiunan Tahun 2026

finnews.id – Besaran Gaji PNS dan Pensiunan 2026: Tidak Ada Kenaikan, Tetap...