finnews.id – Hujan deras yang membanjiri rumah sakit Gaza menyapu ribuan tenda pengungsi Palestina di tengah cuaca dingin ekstrem. Banjir juga dilaporkan menyebabkan satu orang tewas.
Seperti dilaporkan Anadolu, seorang warga Palestina tewas dan beberapa lainnya terluka pada Selasa, 16 Desember 2025, setelah sebuah bangunan tempat tinggal sebagian runtuh di Kota Gaza akibat hujan deras.
“Tim pertahanan sipil menemukan jenazah seorang warga Palestina dari reruntuhan rumah yang sebagian runtuh di kamp pengungsi Shati, sementara beberapa orang yang terluka berhasil diselamatkan,” kata badan tersebut dalam sebuah pernyataan.
Menurut seorang koresponden Anadolu, air hujan merembes ke beberapa bagian Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza, terutama bagian penerimaan dan gawat darurat, menyebabkan pekerjaan terganggu.
Rumah Sakit Al-Shifa, kompleks medis terbesar di Jalur Gaza, telah menjadi sasaran banyak serangan Israel selama dua tahun genosida dan mengalami kerusakan parah.
Upaya rehabilitasi Kementerian Kesehatan Gaza setelah gencatan senjata yang berlaku pada 10 Oktober telah gagal karena Israel mencegah masuknya peralatan yang dibutuhkan.
Saksi mata mengatakan kepada Anadolu bahwa ribuan tenda untuk pengungsi juga terendam banjir dan terbawa angin kencang yang menerjang Jalur Gaza sejak Senin malam.
“Kami terbangun karena suara angin kencang yang menerjang tenda kami. Kami mencoba mengamankannya dan berpegangan padanya, tetapi angin mencabut tenda itu, dan semua barang-barang kami terbang terbawa angin,” kata Khaled Abdel Aziz kepada Anadolu.
“Saya di luar bersama istri dan anak-anak saya, duduk di tengah hujan. Tidak ada tempat untuk berlindung,” kata Abdel Aziz.
Ratusan warga Palestina mencoba berlindung dari air hujan di bawah reruntuhan bangunan yang dihancurkan oleh tentara Israel di Kota Gaza, menurut saksi mata.