Mahasiswa senior biokimia, Alex Bruce, sedang mengerjakan proyek penelitian di asramanya yang berada tepat di seberang gedung ketika mendengar sirene dan menerima pesan tentang penembak aktif sekitar pukul 16.00 waktu setempat.
Ia menyatakan ketakutannya, terutama untuk seorang teman yang berada di gedung teknik saat kejadian.
Beberapa mahasiswa lain bersembunyi di laboratorium, mematikan lampu, dan tetap di bawah meja hingga peringatan darurat dicabut. Mari Camara, mahasiswa junior dari New York City, mengungsi di sebuah taqueria selama lebih dari tiga jam, berkomunikasi dengan teman-temannya sementara polisi mencari pelaku.
Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa ia telah menerima informasi terkait penembakan dan menyerukan doa untuk para korban. FBI turut membantu respons terhadap insiden ini.
Brown University memiliki sekitar 7.300 mahasiswa sarjana dan lebih dari 3.000 mahasiswa pascasarjana. Insiden ini menjadi peringatan penting mengenai keamanan kampus, khususnya selama kegiatan akademik penting seperti ujian akhir.