finnews.id – Pemilik motor listrik diimbau tidak terburu-buru menyalakan kendaraan setelah terendam banjir. Kesalahan penanganan dapat memicu korsleting hingga kerusakan komponen vital, terutama sistem kelistrikan dan baterai.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memastikan motor dalam kondisi mati. “Jangan menyalakan motor atau memutar kunci kontak ke posisi ON saat motor masih basah.

Risiko korsleting sangat tinggi,” demikian imbauan teknis dalam panduan keselamatan penggunaan motor listrik.

Matikan Kontak dan Lepas Baterai

Jika memungkinkan, pemilik disarankan mematikan sakelar utama dan melepas baterai untuk memutus aliran listrik tegangan tinggi. Setelah itu, motor perlu dikeringkan secara menyeluruh.

Keringkan Total Sebelum Dinyalakan

Motor dianjurkan dijemur di bawah sinar matahari hingga benar-benar kering, termasuk sela-sela komponen seperti konektor, controller, hingga port pengisian daya. Pengguna juga diminta tidak menyalakan atau mengisi daya baterai sebelum seluruh bagian dipastikan bebas dari air.

Jika motor terkena lumpur, pemilik dapat membilas dengan air bersih sebelum dikeringkan kembali untuk menghindari korosi.

Periksa Sistem Kelistrikan dan Komponen Lain

Sebelum digunakan, pemilik perlu memeriksa:

  • Port pengisian dan konektor
  • Kabel dan sambungan
  • Rem, bearing roda, dan area CVT (jika ada)

Setelah motor kering, cek indikator pada dashboard. Bila muncul lampu peringatan, motor sebaiknya tidak digunakan.

Bawa ke Bengkel Resmi Jika Muncul Masalah

Apabila motor mengeluarkan suara tidak normal, mengalami penurunan performa, atau tetap menampilkan indikator error, pengguna disarankan membawa kendaraan ke bengkel resmi untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Tips Pencegahan

Pengguna juga diingatkan memilih motor listrik dengan sertifikasi ketahanan air minimal IP67 dan menghindari genangan lebih dari 20–30 cm agar baterai tidak terendam.

Dengan penanganan yang tepat, kerusakan motor listrik akibat banjir dapat diminimalkan dan risiko korsleting dapat dicegah.