Home Lifestyle Cara Resign yang Baik dan Benar agar Tetap Profesional di Mata Perusahaan
Lifestyle

Cara Resign yang Baik dan Benar agar Tetap Profesional di Mata Perusahaan

Bagikan
Resign, Image: RDNE Stock Project / Pexels
Bagikan

Menyelesaikan Tanggung Jawab dan Serah Terima Pekerjaan

Langkah paling krusial dalam resign adalah memastikan tanggung jawab selesai. Banyak profesional internasional menyarankan masa transisi yang smooth agar perusahaan tidak mengalami gangguan operasional. Oleh karena itu, setiap pekerjaan yang belum rampung perlu dituntaskan secepat mungkin.

Selain itu, serah terima dokumen dan akses sistem harus dilakukan secara tertib. Cara ini memberikan kesan positif dan membantu menjaga hubungan dengan tim, bahkan setelah keluar dari perusahaan.

Menjaga Profesionalisme hingga Hari Terakhir

Profesionalisme tidak berhenti setelah pengajuan resign diterima. Sikap yang tetap disiplin sampai hari terakhir bekerja akan menjadi penilaian penting bagi perusahaan. Kolega dan atasan bisa saja menjadi rekomendasi kerja di masa depan, sehingga menjaga kesan baik sangatlah penting.

Selain itu, berpamitan dengan cara yang hangat juga memberikan penutup yang positif. Setiap orang yang pernah bekerja bersama dapat menjadi jejaring yang bermanfaat dalam karier.

Memahami Hak dan Kewajiban Selama Proses Resign

Proses keluar dari perusahaan biasanya mencakup pengembalian aset, perhitungan cuti, dan dokumen administratif. Ketelitian dalam memahami hak serta kewajiban akan membantu menghindari kesalahpahaman. Banyak pedoman kerja internasional menekankan pentingnya membaca ulang kontrak sebelum resign agar semuanya transparan.

Jika ada manfaat yang masih menjadi hak, seperti gaji terakhir atau tunjangan tertentu, hal tersebut dapat dikonfirmasi ke HRD. Ketertiban administrasi akan menutup hubungan kerja secara baik dan saling menguntungkan.

Menjaga Jembatan Masa Depan untuk Peluang Karier

Meninggalkan perusahaan dengan cara profesional dapat menciptakan peluang di masa depan. Industri sering kali bergerak dinamis, dan hubungan baik bisa membuka pintu untuk kolaborasi yang tidak terduga. Oleh karena itu, resign bukanlah akhir, melainkan fase baru dalam perkembangan karier seseorang.

Dengan menerapkan cara resign yang baik dan benar, transisi kerja akan terasa lebih ringan. Pengalaman kerja yang telah dilalui tetap menjadi bagian penting dari perjalanan profesional, dan menjaga nama baik adalah investasi jangka panjang bagi setiap individu.

Bagikan
Artikel Terkait
EntertainmentLifestyle

Viral Kota Belanda di PIK, Serasa Liburan ke Eropa Tanpa Paspor!

Namun demikian, tak bisa dimungkiri bahwa Kota Belanda di PIK telah menjadi...

Lifestyle

Tak Suka Ulang Tahun, Pertanda Pribadi Kuat atau Luka Batin?

Penting untuk dipahami bahwa tidak menyukai ulang tahun bukan tanda kepribadian dingin,...

Lifestyle

Terungkap! Kaitan Overdosis dan Henti Jantung yang Diduga Picu Kematian Lula Lahfah

1. Gangguan Sistem Pernapasan Zat seperti opioid, obat penenang, dan alkohol dapat...

Lifestyle

Benarkah Melihat Hantu Bisa Membawa Sial? Ini Fakta yang Jarang Dibahas

Kepercayaan ini lebih tepat disebut sebagai mitos yang hidup dalam budaya, bukan...