“Dengan segala kerendahan hati, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan, keresahan, dan kekecewaan banyak pihak,” tulis Mirwan.

Ia secara spesifik menyebut nama Presiden RI Prabowo Subianto, Mendagri Tito Karnavian, Gubernur Aceh Muzakir Manaf, serta seluruh lapisan masyarakat Indonesia, Aceh, dan khususnya Aceh Selatan.

Permohonan maaf ini, meski terkesan terlambat, menunjukkan bahwa sang bupati menyadari telah melakukan kesalahan yang mencoreng kredibilitasnya sebagai pemimpin dan menimbulkan kekecewaan mendalam.